KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

gbr_cirebon.jpgIslam mewajibkan umatnya untuk melaksana-kan shalat lima waktu, salah satu syaratnya adalah berwudlu dengan air bersih.Maka pengadaan air bersih adalah kewajiban agama. Air bersih akan selalu tersedia apabila alam lingkungan yang berfungsi sebagai tempat penyimpan air terpelihara dengan baik. Oleh karena itulah pelestarian lingkungan adalah wajib hukumnya karena akan membawa kemaslahatan dan menunjang kesempurnaan ibadah, sedangkan perusakan lingkungan hukumnya haram, karena akan menimbulkan bencana yang menelan korban jiwa dan harta.

Orang yang merusak lingkungan berarti telah memerangi Allah SWT dan RasulNya SAW dan telah berbuat kerusakan di muka bumi yang berdampak pada kerusakan faslitas umum (lingkungan) yang menjadi kebutuhan dasar hidup semua mahluk yang ada disekitarnya. Demikian antara lain paparan K.H. Thonthowi D. Musaddad, Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Alwasilah, Garut yang disampaikan pada acara Pembekalan dan Pengukuhan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Ciayumajakuning pada tanggal 25 April 2008 bertempat di Hotel Zamrud Cirebon. 

Sementara itu Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kabid Masyarakat Permukiman, antara lain menyampaikan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 75 orang peserta perwakilan dari 25 Pondok Pesantren di kawasan Perkotaan : Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning)  ini, merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi Program Eco-Pesantren yang diselenggarakan pada tanggal 9 Nopember 2007 di tempat yang sama dan Pertemuan Nasional dan Peluncuran Program Eco-Pesantren tanggal 5-6 Maret 2008 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Disampaikan pula bahwa Program Eco-Pesantren tersebut akan dilaksanakan melalui 8 tahapan kegiatan sbb: 1. Sosialisasi, 2. Pembekalan, 3.Pengukuhan, 4.Pembinaan, 5. Penilaian, 6. Pemberian Penghargaan. 7. Menjadi mitra kerja KNLH dalam penyebaran informasi lingkungan dan. 8. Menjadi pusat pembelajaran kegiatan ramah lingkungan bagi komunitas pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. 

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Badan Koordinator Wilayah (BAKORWIL)  III tersebut  diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Cirebon. Pada tahapan kegiatan ini materi yang diberikan tidak lagi yang bersifat teori, tapi sudah mengarah pada  aplikasi dan aksinyata  seperti yang dicontohkan oleh K.H. Thonthowi D. Musaddad Pimpinan Pondok Pesantren Alwasilah Garut dengan judul materi “Melestarikan Lingkungan wujud amal shaleh Sosial kepada sesama mahluk