KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

cluster_kalsel.jpgPermasalahan lingkungan yang paling menonjol di Kalimatan Selatan antaran lain adalah bencana banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan dan Kekeringan serta kabut asap pada setiap musim kemarau. Kedua bencana ini merupakan dampak langsung dari terjadinya kerusakan lingkungan, pengundulan hutan dan kegiatan pertambangan yang kurang memperhatikan kaidah lingkungan.

Propinsi Kalimantan Selatan adalah salah satu daerah yang kaya bahan tambang, sehingga sangat potensial dalam menyumbang devisa yang besar bagi negara dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, tetapi kalau tidak dikelola dengan bijak, sangat berpotensi menimbulkan bencana dan kesengsaraan bagi masyarakat. Demikian antara lain yang disampaikan Pembantu Rektor III Universitas Lambung Mangkurat pada sambutan pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader lingkungan  Pondok Pesantren Cluster Kalimantan Selatan yang diselenggarakan  tanggal 27 Nopember 2008 di Gedung Serbaguna UNLAM atas kerjasama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UNLAM.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bapedalda Propinsi Kalimantan Selatan dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren yang dihadiri oleh 80 orang peserta perwakilan  dari 25 Pondok Pesantren di kawasan Perkotaan Kabupaten Banjar, Kota Banjar baru dan Kota Banjamasin  antara lain menyampaikan bahwa upaya pemerintah  daerah mewujudkan kota yang bersih, hijau dan teduh  dikawasan perkotaan Kalimantan Selatan terus ditingkatkan sejalan dengan Program ADIPURA, walaupun sampai saat ini di Kalimantan Selatan belum ada kota yang mendapatkan anugrah Adipura.

Sementara itu Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dalam sambutan mewaliki Deputi VI, antara lain menyampaikan bahwa Program Eco-Pesantren yang diluncurkan pada tanggal 5-6 Maret 2008 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, sampai dengan kegiatan ini telah disosialisasikan di 17 Cluster perkotaan, yakni 9 Cluster di pulau Jawa dan Madura, 4 Cluster di Sumatera, 3 Cluster di Kalimantan, 1 Cluster di Sulawesi dan 1 Cluster di Nusa Tenggara Barat, dengan melibatkan + 425 Pondok Pesantren dan  + 1.275 Pimpinan pondok dan Ustadz.

Kegiatan tersebut menghadirkan Nara Sumber dari : KNLH, Badan Lingkungan Hidup Propinsi Kalimantan Selatan, IAIN Antasari dan Pondok Pesantren.

Sumber :
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan