KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PENGUKUHAN KADER TAHAP II SEBANYAK 50 ORANG DI LERENG GUNUNG ANJASMORO DAN ARJUNA, KECAMATAN BUMI AJI, KOTA BATU, JAWA TIMUR

Tanggal 25 Juni 2008, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, Deputi MENLH Bidang Kuminikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat bekerjasama dengan LSM Paramitra melakukan kegiatan peningkatan kapasitas kader LH  masyarakat tradisional dan adat di hulu DAS Brantas, lereng Gunung Anjasmoro dan Arjuna dalam antisipasi banjir dan tanah longsor, Batu, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan tahun 2006 dan 2007 yang lalu, dimana pada waktu itu telah di lakukan dialog interaktif, pengkaderan, pengukuhan 120 kader LH dan pembentukan forum komunikasi kader LH masyarakat tradisional dan adat hulu DAS Brantas, lereng Gunung Anjasmoro dan Arjuna, serta aksi penanaman pohon pada lahan kritis masyarakat di Kecamatan Singosari sebanyak  20.000 pohon hasil pembibitan berbasis swadaya masyarakat di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang sebagai langkah awal menuju Desa Hijau.

Pada kesempatan kali ini, para kader LH masyarakat tradisional dan adat di beri pengetahuan dan pelatihan tentang teknik pemilihan bibit yang baik, pembuatan bibit yang benar dan jenis pohon yang cocok untuk daerah tersebut. Materi pelatihan diberikan oleh  Ir. Jonny Siswandi dari BPTH Jawa Madura, selain hal tersebut di atas, juga di lakukan kegiatan pengukuhan kader LH tambahan sebanyak 50 orang yang merupakan perwakilan dari masyarakat tradisional dan adat di Kecamatan Bumiaji. Dengan demikian jumlah kader LH masyarakat tradisional dan adat di hulu DAS Brantas, lereng Gunung Anjasmoro dan Arjuna sampai tahun 2008 berjumlah sebanyak 170 kader LH.

Dalam sambutannya Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dibacakan oleh Kepala Bidang Masyarakat Tradisional dan Adat menyatakan bahwa kader LH adalah kepanjangan tangan dari Kementerian Negara LH di daerah, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas LH di daerahnya dan mampu mengajak/mendorong peran aktif masyarakat di sekitarnya untuk melakukan pengelolaan SDA berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup, sehingga tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan tertuang dalam tatanan sosial masyarakat sebagai rasa tanggung jawab masyarakat terhadap LH di sekitarnya, dalam menuju Desa Hijau mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. 

Pada kesempatan ini, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang memberikan amanat kepada para kader LH hulu DAS Brantas untuk merubah perilaku yang selama ini merusak lingkungan agar menjaga dan mencegah kerusakan kawasan hutan. Untuk menuju kearah tersebut perlu mensejahterakan masyarakat di sekitar hutan dengan pendekatan ekologi, ekonomi dan sosial. Selain hal itu juga disarankan agar para kader lingkungan merubah perilaku  diawali dari diri sendiri dengan  melakukan aksi penanaman pohon pada lahan kritis masyarakat terutama  lahan-lahan pekarangan rumah dan  memelihara serta menjaganya.

Tak lupa pada kesempatan yang sama anggota DPRD Kota Batu memberikan gambaran-gambaran penyebab terjadinya kerusakan kawasan hutan adalah akibat dari penegakan hukum yang masih lemah, untuk mengatasi hal tersebut perlu di tingkatkan dan kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan, mengingat masih banyak masyarakat yang menebangi pohon dengan berbagai macam alasan.   

Dalam dialog interaktif tersebut menghasilkan kesepakatan antara DPRD Kota Batu, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta BPTH Jawa Madura,  akan melanjutkan pembinaan terhadap kader-kader LH di Kota Batu, khususnya di Kecamatan Bumiaji terutama dalam melakukan pengelolaan SDA berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.


Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Asisten  urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat,
Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Telp/fax : (021) 8580087