KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Dharma Wanita Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia (5 Juni 2003) mengadakan Lomba Esei Tingkat Remaja/Pelajar SMU Sejabotabek. Pengumuman kegiatan ini diadakan di ruang serba guna Gedung Femina Jl. HR. Rasuna Said, Blok B Kav. 32-33 Jakarta Selatan. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu, 11 Oktober 2003.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim ini diwarnai dengan pemutaran film berjudul “Janjing, Hutan, air dan Listrik”. Film ini mengisahkan tentang upaya warga Janjing, di Jawa Timur dalam mendayagunakan kali Maron untuk mengerakan turbin pembangkit listrik bagi kegiatan swasembada dan memelihara hutan demi kepentingan mereka agar air yang mengalir ke turbin dan mengairi sawah terus berjalan.

Tema kegiatan kali ini adalah “Air, Masih cukupkah kita memiliki? Air, sudah benarkah kita mengelolanya?”. Sebelum pemberian hadiah kepada 10 pemenang lomba Esei tingkat SMU Sejabotabek, diadakan Talk Show “Air dan Kita” sebagai nara sumber adalah Deputi VII KLH, Dra. Masneliyarti, M.Sc., didampingi Cover Boy dan Cover Girl majalah Gadis.

Dalam penjelasan singkatnya ibu Nelly -pangilan akrabnya Deputi VII- menjelaskan bagaimana cara kita menghargai air, dengan cara tidak membuang sampah keselokan dan sungai, tidak membuang-buang air, dan terus melakukan penghijauan. “Hal ini dikarenakan air di Pulau Jawa ini sudah devisit dan apabila kita membuang-buang air yang dirugikan adalah rakyat kecil terutama yang banyak hidup di Pesisir P. Jawa. Mereka harus membeli air, padahal penghasilan mereka pas-pasan, belum lagi kualitas air yang buruk”, seru ibu Nelly.

Cover Boy dan Cover Girl yang hadir ketika ditanya, bagaimana cara memanfaatkan air? jawaban mereka beragam ada yang menghargainya ada pula yang tidak, seperti yang dikatakan Tommy -Finalis Cover Boy Gadis- “sebelumnya saya tidak pernah merasakan kekurangan air, dan mengunakannya secara berlebihan, dengan adanya Talk Show ini saya baru paham bahwa air sangat berharga bagi umat manusia”.

Dalam kata sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, menjelaskan pentingnya kita menghargai air, mencintai air, air itu indah dan karya seni itu indah. “Coba adik-adik lihat air yang terurai di sela-sela daun jendela rumah, begitu indah”, seru Nabiel puitis. Airpun bisa ganas jika kita tidak mengolahnya dengan benar, seperti banjir. Dalam sambutan akhirnya ia mengharapkan makin banyak pemuda-pemudi yang menulis terutama menulis masalah lingkungan hidup, karena lingkungan hidup itu indah.

Lomba yang di ikuti oleh 127 peserta dari SMU Sejabotabek kemudian diseleksi oleh dewan juri menjadi 56 orang dan 10 finalis. Dari sepuluh diseleksi oleh para finalis sendiri menjadi 3 orang pemenang yaitu Juara I, Mira Aji Indrasari, Juara II, Ivana Putri Samuel, dan Juara III Januar Kristanto.

Informasi Kegiatan ini:
Dharma Wanita Persatuan
Kementerian Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan Kebun Nanas,
Jakarta Timur.
Telp: (021) 8518132