KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PROPER yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup yang telah dilaksanakan sejak 2002. Tujuan PROPER adalah untuk meningkatkan penaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup. Untuk mencapai critical mass dalam pengelolaan lingkungan hidup, secara bertahap jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER dari tahun ke tahun semakin bertambah. Jumlah perusahaan yang dapat diikutsertakan dalam PROPER sangat tergantung kepada sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun pendanaan.

Jumlah perusahaan yang diikutsertakan dalam PROPER tahun 2002-2003 sebanyak 85 perusahaan. Sesuai dengan kapasitas yang ada, tahun 2003-2004 terjadi peningkatan peserta menjadi 251 perusahaan. Dalam periode penilaian PROPER tahun 2004-2005 jumlah peserta PROPER ditingkatkan mencapai 466 perusahaan. Namun, jumlah peserta PROPER ini masih sedikit dibandingkan dengan total jumlah perusahaan yang ada di Indonesia. Untuk itu pada tahun mendatang jumlah ini akan lebih ditingkatkan. Direncanakan pada tahun 2008-2009 jumlah perusahaan akan dinilai peringkatnya mencapai 1.750 perusahaan.

Distribusi jenis industri peserta PROPER 2004-2005 meliputi 113 perusahaan Pertambangan, Energi & Migas; 251 perusahaan Manufaktur, Prasarana dan Jasa; dan 102 perusahaan Pertanian dan Kehutanan.

Secara umum, peringkat ke-466 perusahaan terdiri dari 23 perusahaan (5%) mendapatkan peringkat hijau, 221 perusahaan (48%) peringkat biru, 150 perusahaan (32%) peringkat merah, 72 perusahaan (15%) mendapatkan peringkat hitam dan belum ada perusahaan yang berhasil mendapatkan peringkat emas.

Jumlah perusahaan berdasarkan status permodalan pada tahun 2004-2005 terdapat 158 perusahaan PMA, 197 perusahaan PMDN dan 111 perusahaan BUMN. Secara umum kinerja penaatan perusahaan PMA lebih baik dibandingkan dengan PMDN dan BUMN. Jumlah perusahaan PMA yang taat yaitu berperingkat hijau dan biru 103 perusahaan dan yang belum taat atau berperingkat merah dan hitam 57 perusahaan. Jumlah perusahaan PMDN yang taat 79 perusahaan dan PMDN yang belum taat 116 perusahaan. Untuk kelompok BUMN, perusahaan yang taat sebanyak 62 perusahaan dan yang belum 49 perusahaan.

Pelaksanaan PROPER selama ini menunjukkan bahwa instrumen penaatan PROPER efektif untuk meningkatan kinerja pentaatan perusahaan. 251 perusahaan yang dinilai peringkatnya selama periode 2003- 2005 menunjukkan terjadi peningkatan penaatan perusahaan sebesar 13.15 %. PROPER juga mampu mendorong perusahaan untuk lebih efisien dalam penggunaan sumber daya dan terlibat dalam pengembangan kehidupan masyarakat sekitarnya. Hal ini tentu akan meningkatkan daya saing perusahaan. Disamping itu, keberadaannya lebih mempunyai nilai sosial serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Melalui pelaksanaan PROPER dapat juga terlihat sejauh-mana keberhasilan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.

Agar instrumen PROPER lebih efektif dalam mendorong perusahaan menjadi lebih ramah lingkungan dan bernilai sosial bagi masyarakat sekitarnya, disamping diumumkan kepada publik, perlu kiranya kepada perusahaan yang berperingkat baik yaitu berperingkat hijau nantinya akan diberikan penghargaan khusus dari Bapak Presiden RI. Pada periode 2004-2005 dari 466 perusahaan terdapat 23 perusahaan yang beperingkat Hijau.

Penghargaan PROPER oleh Bapak Presiden RI diharapkan akan menjadi penggerak perusahaan lainnya untuk menjadi lebih baik. Kegiatan pemberian penghargaan khusus dari Presiden RI dapat dijadikan momentum untuk kampanye efisiensi pemanfaatan sumber daya termasuk efisiensi dalam penggunaan energi.

Bagi perusahaan yang belum berkinerja baik yaitu masih berperingkat merah dan hitam, perlu secara terus menerus dilakukan pembinaan. Pembinaan secara khusus akan dilakukan bagi perusahaan yang masih berperingkat hitam. Berbagai langkah pembinaan yang dilakukan bagi yang berperingkat hitam termasuk melalui penegakan hukum. Penegakan hukum akan dilakukan terutama bagi perusahaan yang telah menimbulkan dampak yang sangat serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Secara khusus perlu menjadi perhatian perusahaan yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu didorong untuk menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya dalam upaya pelestarian lingkungan. Dari 111 perusahaan BUMN yang dinilai peringkat PROPER dalam periode 2004-2005 masih terdapat 8 BUMN yang berperingkat hitam dan satu diantaranya memperoleh peringkat hitam dua periode berturut-turut. Pengumuman hasil penilaian kinerja penaatan perusahaan secara langsung kepada masyarakat merupakan bentuk transparansi dan pertanggung jawaban publik pemerintah dalam pengelolaan lingkungan kepada masyarakat.

Untuk hasil selengkapnya silakan kunjungi website Kantor Kementerian Lingkungan Hidup
(http://www.menlh.go.id/proper/html/proper-ind.htm)

Sumber :
Asdep Edukasi dan Komunikasi
Kementerian lingkungan Hidup