KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Praha, Ceko, 11 September 2013 – Para Pengusaha Ceko yang bergerak di bidang water treatment, water waste management, waste to energi sangat tertarik untuk berinvestasi dalam pembenahan masalah lingkungan hidup di berbagai kota di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mr. Martin Frelich, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Ceko dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kementerian Lingkungan Hidup Republik Ceko, 9 September 2013, antara pengusaha Ceko dengan Delegasi Kementerian Lingkungan Hidup RI yang dipimpin oleh Rasio Ridho Sani, Deputi Menteri Lingkungan Hidup bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3 dan Sampah. Kunjungan Kerja Kementerian Lingkungan Hidup RI ke Republik Ceko, 9 – 11 September 2013 merupakan kunjungan balasan dari tindak lanjut Kunjungan Kenegaraan Presiden Ceko, H.E Vaclav Klaus ke Indonesia, 8 – 10 Juli 2012 dan disambung dengan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Ceko, Tomas Chalupa didampingi beberapa pengusaha Ceko di bidang lingkungan hidup, 15 – 17 Mei 2013.

Turut hadir dalam delegasi Indonesia adalah Walikota Ambon, Walikota Pekanbaru, Bupati Banjar dan Bupati Lamongan yang baru saja menerima penghargaan Adipura 2013 dari Presiden RI. Keempat Pimpinan Daerah tersebut ingin belajar dan melihat secara langsung teknologi
pengolahan lingkungan perkotaan Republik Ceko khususnya di Kota Praha. Dalam kesempatan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup caretaker Republik Ceko, Tomas Podivinsky, Ketua Delegasi Indonesia juga menyampaikan salam hangat dari Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA. Tujuan kunjungan ini adalah untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan hidup serta menindaklanjuti kesepakatan yang dihasilkan dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Ceko ke Indonesia bulan Mei 2013.

Pengalaman Pemerintah Ceko dalam membangun infrastruktur lingkungan perkotaan khususnya dalam pengelolaan sampah melalui waste to energy, 3R, serta air limbah melalui kemitraan yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu menjadi model pengelolaan lingkungan perkotaan di Indonesia. Rasio Ridho Sani mengatakan, “Pertemuan beberapa Walikota dan Bupati dengan Menteri LH Ceko Tomas Podivinsky dan dunia usaha mendorong beberapa pengusaha Ceko untuk tertarik melakukan investasi dalam pengelolaan sampah melalui waste to energy dan pengelolaan limbah”.

Republik Ceko, merupakan negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur, memiliki luas 74.141 km2 dengan jumlah penduduk sebesar 10,5 juta orang, 93% penduduknya menikmati pelayanan air dengan kualitas tinggi, sehingga air kran dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak kembali. Disamping itu, Ceko dikenal dengan industri pariwisata dan keindahan kota bersejarah, dialiri sungai utama yang jernih dan tidak terlepas dari teknologi penjernihan air serta pengolahan air limbah yang dimilikinya.

Duta Besar RI untuk Republik Ceko, Emeria W.A. Siregar mendampingi Delegasi RI selama kunjungan kerja tersebut mengharapkan delegasi Indonesia dapat belajar dari Ceko dalam pengelolaan limbah dan cara masyarakat Ceko berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan disekitarnya. Ceko memiliki teknologi energi terbarukan, pengolahan limbah dan manajemen pengolahan air yang dapat dimanfaatkan di Indonesia. Untuk itu, para pengusaha Ceko mencari peluang untuk berinvestasi di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Industri dan Transportasi Ceko, Mr. Hynek Hanak yang telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia menyambut hangat peningkatan kerjasama di bidang lingkungan hidup, dan sangat optimis pengusaha RI – Ceko dapat segera memanfaatkan dan
menindaklanjuti peluang ini.

Informasi lebih lanjut:
Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM,
Deputi IV MenLH Bidang Bidang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah, ,
Tlp/Fax: (021)85905637,
email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id