KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Penutupan Acara Peningkatan Kapasitas Calon Pamong dan Instruktur Saka Pramuka Bidang Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kwartir Nasional berkomitmen penuh untuk mendirikan Satuan Karya (Saka) Pramuka Bidang Lingkungan Hidup. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Ilyas Asaad, MP., MH. dalam penutupan acara Peningkatan Kapasitas Calon Pamong dan Instruktur  Saka Pramuka Bidang Lingkungan yang diselenggaran di Jakarta 11-14 Juni 2013. “Dengan 17 juta anggota Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia, Saka Lingkungan dapat menjadi wadah pengabdian dan meningkatkan peran Gerakan Pramuka dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”, papar Ilyas Asaad dala upaya penutupan acara tersebut.

Acara pelatihan untuk calon pamong dan instruktur Saka  Bidang lingkungan diikuti oleh para calon pamong dan instruktur Saka Bidang Lingkungan dari 4 provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.  Peserta calon pamong Saka Bidang Lingkungan berasal dari organisasi kwartir daerah dan cabang dari 4 provinsi. Materi pelatihan yang diberikan untuk para calon pamong ini dititikberatkan pada pemahaman mengenai perosalan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan 3 krida Saka Bidang Lingkungan, yaitu (1) Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle), (2) Krida Perubahan Iklim dan (3) Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan materi untuk calon instruktur yang berasal dari BLH dari 4 provinsi tersebut difokuskan pada wawasan mengenai kepramukaan, khususnya soal metode pendidikan kepramukaan. Merka diharapkan menjadi tulang punggung dari Saka Bidang Lingkungan yang rencananya akan didekrasikan pada Munas Gerakan Pramuka, November mendatang.

Seperti diketahui satuan karya (saka) pramuka adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Menurut Dr. H. Joko Mursitho, M.Si, Ketua Pusdiklat Gerakan Pramuka, hingga saat ini telah terdapat 8 Saka Pramuka tingkat nasional. “Dengan adanya Saka Bidang Lingkungan, Pramuka diharapkan akan dapat secara maksimal mengamalkan dharmanya yang kedua, yaitu cinta terhadap alam (lingkungan hidup) dan sesama” tuturnya. Dalam sambutan pada acara penutupan tersebut Ia juga menekankan akan pentingnya keberadaan pembina yang memiliki komitmen yang tinggi serta kualifikasi dan kompetensi agar Saka Lingkungan nantinya dapat berkembang.

Menurut Jo Kumala Dewi, panitia acara, rencannya, acara pelatihan peningkatan kapasitas calon pamong dan instruktur Saka Lingkungan akan diadakan di Surabaya, akhir juni mendatang. “harapannya setidaknya ada dukungan dari 9 provinsi dan kwarda agar Saka Bidang Lingkungan bisa dibentuk secara nasional.#