KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

gnkidul.jpgKabupaten Gunungkidul adalah salah satu daerah yang memiliki lahan kritis cukup luas di Provinsi Yogyakarta. Hal ini terlihat dari kondisi lahan yang terdiri atas tanah berbatu serta selalu kekurangan sumber air bersih di daerah hulu. Potensi sumber daya air yang dapat dimanfaatkan hanyalah sumber air yang ada di atas permukaan, yang sebagian besar merupakan sungai yang hanya ada airnya pada saat musim penghujan, sedangkan sumber air bawah tanah sulit dimanfaatkan karena letaknya yang terlalu dalam dari permukaan bumi. Sementara itu, kawasan pesisir Gunungkidul memiliki potensi alam yang cukup besar sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi kawasan pesisir mengalami penurunan kualitas lingkungan sebagai dampak abrasi yang menyebabkan kawasan tersebut mengalami kerusakan. Untuk itu Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) bekerjasama dengan Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KAPEDAL) Kabupaten Gunungkidul, pada tanggal 26 dan 28 April 2008 melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Penguatan Peran Kelompok Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di daerah pesisir dan daerah hulu, Kabupaten Gunungkidul.

Tujuan dilaksanakan kedua kegiatan tersebut  adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif masyarakat pedesaan di kawasan hulu dan hilir dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kegiatan difokuskan dengan membangun desa binaan bersama (desa percontohan) melalui pengkaderan, penguatan kapasitas kelompok masyarakat, dialog, penyuluhan dan pelatihan, pembuatan pupuk dan pestisida organik, serta pembuatan kebun bibit percontohan.  Stimulant diberikan kepada masyarakat sebagai penguatan komitmen mereka untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Kegiatan di daerah pesisir dipusatkan di Pantai Krakal, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, pada tanggal 26 April 2008, dengan pembinaan intensif diberikan kepada Kelompok Pelestari Lingkungan Pantai Krakal. Daerah ini dipilih karena saat ini mengalami ancaman abrasi pantai sehingga masyarakat Desa Sidoharjo perlu ditingkatkan kepedulian dan kapasitasnya untuk berperan serta mencegah kerusakan lingkungan pesisir. Stimulan kegiatan yang diberikan KNLH adalah pembuatan kebun bibit percontohan berbasis swadaya masyarakat dengan tanaman sebanyak 25.000 bibit pandan laut. Sedangkan KAPEDAL Gunungkidul memberikan stimulan cemara laut sebanyak 10.000 bibit. Selain itu, dukungan teknis sebagai kelangsungan kegiatan ini akan diberikan oleh Kantor Penyuluh Pertanian Daerah (KP2D) dan Dinas Kehutanan Kabupaten Gunungkidul.

gnkidul_kapsitas.jpgPelaksanaan kegiatan di kawasan hulu dipusatkan di Dukuh Pacar II, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, pada tanggal 28 April 2008. Pembinaan dan peningkatan kapasitas masyarakat diberikan kepada 12 kelompok  yang berasal dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Panggang (Desa Girisuko) dan Kecamatan Palian (Desa Banyu soko dan Desa Karang Dawet). Lingkup kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dan pengendalian hama/penyakit tanaman Jarak Kepyar, pelatihan pembuatan pestisida dan pupuk organik, serta pembenihan tanaman jarak. Stimulant kegiatan yang diberikan KNLH adalah benih tanaman jarak kepyar sebanyak 150 kilogram dan tangki semprot tanaman sebanyak 14 buah. Yayasan Lestari Indonesia, KP2D dan Dinas Kehutanan Kabupaten Gunungkidul merupakan lembaga yang akan memberikan penyuluhan dan melakukan pendampingan langsung pada kelompok masyarakat, khususnya mengenai pengembangan budidaya Jarak Kepyar.

Selanjutnya, penguatan kelompok-kelompok ini akan terus dilakukan pada tahapan fasilitasi, yang didasarkan pada kebutuhan yang berkembang dari kegiatan sebelumnya, pada tingkatan masyarakat dalam bentuk gerakan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan
Deputi VI, KNLH