KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Foto KLH-Penandatanganan Kerjasama Deputi KLH dengan Rektor Univ.Musamus Merauke 9 Okt 2014Merauke, 9 Oktober 2014. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman implementasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Tanah Papua, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup di Merauke, Provinsi Papua hari ini. Pertemuan rencananya dihadiri oleh anggota DPRD, Muspida, Kepala Badan dan Kepala Kantor LH, Kepala Biro Hukum, Tim Penggerak PKK, Tokoh Adat dan Agama, Dunia Usaha, LSM dan Perwakilan Pramuka di Propinsi/Kabupaten/Kota Se Papua dan Papua Barat.

Dalam Sambutan Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, yang disampaikan oleh Deputi Bidang Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Ir. Arief Yuwono, MA dikatakan “Untuk membangun kualitas lingkungan hidup di Tanah Papua, perlu komitmen tinggi dari semua pihak dalam menjaga fungsi lingkungan hidup di Tanah Papua. Saya optimis, para pemangku kepentingan di Tanah Papua dapat menjaga dan meningkatkan fungsi lingkungan hidup. Pada Hari Lingkungan Hidup tahun 2014 bulan Juni yang lalu, ada 7 kabupaten dan kota di Tanah Papua yang telah berhasil memperoleh penghargaan Adipura dari keseluruhan 101 kabupaten dan kota di Indonesia. Selain itu pada tahun 2013 terdapat 20 sekolah di Tanah Papua yang berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Berbudaya Lingkungan hidup yang baik yaitu Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri. Keberhasilan ini diharapkan dapat sebagai modal untuk lebih meningkatkan kualitas fungsi lingkungan.”

Fenomena perubahan iklim, pencemaran dan kerusakan lingkungan sudah terjadi, dimana Tanah Papua juga tidak luput dari kejadian ini. Ekoregion Papua merupakan salah satu ekoregion yang memiliki keanekaragaman ekosistem yang cukup tinggi dengan didominasi oleh ekosistem hutan yaitu sekitar 76,2%. Akan tetapi dengan bertambahnya penduduk pendatang, aktivitas pertambangan dan pembangunan infrastruktur mendorong lingkungan di Tanah Papua menjadi berubah. Pemanfaatan kawasan hutan yang kemudian dirubah peruntukannya menjadi kawasan permukiman, kawasan pertambangan atau peruntukan lainnya turut memberikan kontribusi besar pada persoalan lingkungan hidup. Walaupun Laju perubahan Tanah Papua relatif lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain, namun sejak tahun 2000 hingga 2012 terjadi penurunan perubahan tutupan hutan sebesar 20%.

Kekayaan alam di Papua dan Papua Barat yang melimpah dan karakteristik penduduk yang dikenal memiliki kearifan lokal berkepedulian tinggi merupakan potensi yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam menyusun program yang pro rakyat dan pro lingkungan hidup.Pertemuan hari ini yang melibatkan berbagai elemen masyarakat yang merupakan ujung tombak dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pengukuhan Kelompok Pelaksana PKK Peduli Lingkungan hari ini menunjukan kesadaran lingkungan hidup sangatlah penting dimulai dari keluarga dan berperan strategis membina para Ibu dan keluarga agar dalam kehidupan sehari-hari dapat selalu menjaga dan meningkatkan kualitas fungsi lingkungan hidup.

Pramuka juga berperan strategis sebagai organisasi pendidikan non formal yang mendidik dan melatih para pemuda termasuk dalam bidang lingkungan hidup. KLH dan Kwarnas gerakan Pramuka telah menginisiasi lahirnya SAKA Lingkungan yang di beri nama SAKA KALPATARU, sebagai wadah untuk melatih ketrampilan, kecakapan, dan kepemimpinan yang perduli lingkunga. Pengukuhan Saka Kalpataru di Kabupaten Merauke hari ini diharapkan memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan lingkungan di Tanah Papua. Peran penting lainnya adalah lembaga legislatif di daerah yaitu DPRD. Pasal 63 ayat (1) huruf O UU No.32 Tahun 2009 tentang PPLH memandatkan kepada Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah. KLH melakukan asistensi kepada Pemerintah Daerah maupun DPRD baik provinsi maupun kabupaten/kota dimana keberhasilan tergantung pada komitmennya. Selain itu, hari ini juga diselenggarakan penandatanganan kerjasama KLH dengan Universitas Negeri Masamus Merauke untuk meningkatkan kepedulian akan lingkungan hidup.
Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Rosa Vivien Ratnawati,
Kepala Biro Hukum dan Humas KLH,
Rijaluzzaman
Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Papua, KLH,
Jl. Selat Madura No. 4 Biak, Papua, 98112. Tlp/Fax: (0981) 21347