KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Informasi Pemeringkatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Periode 2011-2012.
Jakarta
, 7 Desember 2012. Pengumuman Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2011 – 2012 telah disampaikan pada tanggal 28 November 2012 oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA bersama Dewan Pertimbangan PROPER yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, lembaga masyarakat dan media masa, pimpinan Prof. Dr. Surna T. Djajadinigrat. Dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 273 tahun 2012 tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup tahun 2011 – 2012, ditetapkan peringkat 1.317 perusahaan yang terdiri dari :

  • Peringkat Emas berjumlah 12
  • Peringkat Hijau berjumlah 119
  • Peringkat Biru berjumlah 771
  • Peringkat Merah berjumlah 331
  • Peringkat Hitam berjumlah 79

Pemeringkatan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian PROPER dimana peringkat biru, merah dan hitam mengunakan kriteria ketaatan terhadap peraturan lingkungan, sedangkan peringkat hijau dan emas mengunakan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan peraturan (beyond compliance). Pada Pengumuman PROPER, MenLH menyatakan  “Pelaksanaan PROPER bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup serta menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan. Salah satu upayanya melalui pelaksanaan 3R (Reduce-Reuse-Recyle) sehingga kinerja perusahaan lebih efektif dan efisien, serta bermanfaat dalam upaya pengurangan biaya serta penurunan beban pencemaran.”

Dalam memberikan penilaian PROPER Peringkat Hijau, perusahaan dikategorikan tersendiri yang terbagi atas 71 sektor. Dengan demikian, sektor pertambangan akan dinilai khusus untuk sektor pertambangan, sektor Migas Eksplorasi Produksi dinilai khusus sektor Migas Eksplorasi Produksi, begitupun untuk industri Semen dinilai khusus dengan industri yang memiliki karakteristik yang sama dengan industri Semen. Hal ini dilakukan karena proses pengolahan masing masing sektor yang berbeda.

Siaran Pers ini dikeluarkan untuk mengklarifikasi mekanisme penilaian PROPER dimana Program PROPER pada dasarnya merupakan audit yang memiliki ruang lingkup dan periode yang jelas.  Klarifikasi ini diperlukan untuk menghilangkan kesalahpahaman dimana penilaian PROPER dilakukan pada suatu kegiatan tertentu di lokasi tertentu/ site specific pada periode tertentu pada satu unit bisnis suatu perusahaan. Dengan demikian, ruang lingkup yang dinilai oleh PROPER adalah unit bisnis dari suatu korporasi, dan bukan korporat. Satu Perusahaan dapat memiliki banyak unit bisnis yang dinilai kinerja lingkungannya secara berbeda-beda sehingga hasil penilaian setiap unit bisnisnya dapat berbeda-beda walaupun satu perusahaan. Beberapa perusahaan memiliki banyak unit bisnis di lokasi yang berbeda-beda seperti contohnya Pertamina sebagai korporat memiliki 123 unit bisnis,  Chevron sebagai korporat memiliki 8 unit bisnis yang dinilai dalam PROPER.

PT. Lapindo Brantas Inc. saat ini memiliki 4 lapangan yaitu Wunut, Banjar Panji, Tanggul Lapindo dan Carut. Tiga lapangan yaitu Banjar Panji, Tanggul Lapindo dan Carut masih dalam tahap ekplorasi sehingga tidak dinilai dalam PROPER. Unit bisnis yang dinilai dalam PROPER adalah Lapangan Gas Bumi Wunut, yang menjadi pemasok kebutuhan gas bumi kepada Perum Gas Negara (PGN) di Jawa Timur. Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan pengawasan Lapangan Wunut sejak periode 2003 dengan hasil “Merah” dan periode 2004 – 2011 hasilnya “Biru”. Pemberian peringkat Hijau kepada PT. Lapindo Brantas unit Lapangan Wunut sudah melalui mekanisme penilaian PROPER seperti yang tertuang di dalam Peraturan Menteri Negeri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011. Pemenuhan kriteria peringkat hijau ditunjukan dengan sudah dilakukannya efisiensi energi, penurunan emisi melalui reduksi hidrokarbon yang dibakar melalui flaring dan konservasi pemakaian air melalui re-injeksi air terproduksi untuk peningkatan kapasitas produksi.

PROPER telah mendorong perusahaan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, ketaatan perusahaan tahun 2011-2012 meningkat menjadi 69% dari 66 % pada periode lalu. Rata-rata diperlukan waktu 2 tahun bagi perusahaan untuk memperbaiki tingkat ketaatannya. Peningkatan peringkat hijau pada 2010 – 2012 dari 18%, pada 2011 – 2012 menjadi + 30%, dan penurunan peringkat merah pada 2010 – 2012 sejumlah 12%, pada 2011 – 2012 menjadi 9 %. Data ini menunjukan bahwa PROPER merupakan program yang cukup efektif dalam membina dan mendorong tingkat penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Lampiran : Keputusan Menteri KLH nomor 273 tahun 2012 Tentang penilaian Kinerja Perusahaan dalam pengelolaan Lingkungan hidup (PROPER) tahun 2012

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Drs. MR Karliansyah, MSi,
Deputi II MenLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 8580111,
email: humas@menlh.go.id
website: proper.menlh.go.id