KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Deklarasi Yogyakarta Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Yogyakarta Declaration On  The Implementation Of Sustainable Consumption And Production In Asia and The Pasific Region
Yogyakarta, 11 November 2011. Selama 3 hari Indonesia menjadi tuan rumah konferensi Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) ke-10 di Yogyakarta pada tanggal 9-11 November 2011. Dalam pertemuan ini telah dicapai beberapa rumusan terkait dengan konsumsi dan produksi berkelanjutan. Konferensi APRSCP ke-10 terselenggara atas kerjasama APRSCP, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan Co-Host InSWA (Indonesia Solid Waste Association) dan dukungaan UNEP (United Nations Environment Programme), UNIDO (United Nations Industrial Development Organization), IGES, EU SWITCH Asia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, BPPT serta berbagai pihak lainnya. Tema konferensi adalah “Leading to Green Business ; From Local Initiative to Global Winner”. Konferensi ini diadakan di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta yang dihadiri 480 orang yang berasal dari 28 negara, 334 peserta, moderator 17 orang dan narasumber 119 orang.

Pada pertemuan ini dihasilkan Yogyakarta Declaration yang merupakan rumusan mengenai penerapan program konsumsi dan produksi berkelanjutan di negara-negara Asia-Pasifik, yang meliputi kebijakan, metodologi, instrumen penerapan (tools) hingga penerapannya di lapangan. Hasil konferensi ini diharapkan dapat dijadikan referensi dalam percepatan penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Yogyakarta Declaration memuat 5 (lima) kesepakatan yaitu: (1) Pentingnya Sustainable Consumption and Production (SCP) untuk Asia Pasifik dan Peningkatan Komitmen, Asia Pasifik sebagai wilayah padat penduduk dan tingkat ekonomi tertinggi di dunia menyadari untuk berkomitmen secara sukarela untuk melaksanakan  SCP menuju pembangunan berkelanjutan; (2) Peningkatan Pelaksanaan SCP, Dalam meningkatkan pelaksanaan SCP yang berhubungan dengan faktor-faktor lingkungan dan ekonomi perlu dukungan kebijakan tambahan, pengembangan kapasitas pada keterampilan dan kompetensi kelembagaan bersama-sama dengan investasi, pembiayaan dan teknologi lingkungan yang berkelanjutan di sektor publik dan swasta serta mendorong revitalisasi dan implementasi dari “Living in Harmony” budaya dan kearifan tradisional; (3) Kerjasama dan Kemitraan SCP, mendorong para pemangku kepentingan di Asia Pasifik untuk meningkatkan kerjasama kemitraan terhadap pelaksanaan SCP pada tingkat nasional, regional dan internasional, dalam kerangka kerja baru atau yang sudah ada kerjasama, termasuk APRSCP tersebut; (4) Sinergi antara SCP, Green Economy, Perubahan Iklim, dan MDGs, mendorong para pemangku kepentingan di Asia Pasifik dan komunitas internasional untuk meningkatkan konvergensi dalam kebijakan, tindakan dan tujuan terhadap Pembangunan Berkelanjutan dengan langkah-langkah nyata yang lebih memperhatikan keadaan nasional, sambil menggali SCP, Green Economy, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam pencapaian MDGs; (5) Rekomendasi untuk Konferensi Rio+20, pelaksanaan SCP merupakan pra syarat untuk tujuan menyeluruh pada pembangunan berkelanjutan sebagaimana tercermin setelah Deklarasi Rio 1992 dan Johannesburg Action Plan tahun 2002, maka pembentukan perjanjian internasional tentang kerangka program untuk mendukung pelaksanaan SCP melalui kerjasama internasional dan pembangunan kapasitas untuk pengembangan negara-negara berkembang pada konferensi Rio+20.

Konferensi APRSCP terdiri dari beberapa sesi workshop yang mengangkat tema-tema bahasan seperti “Vision, Commitment and Policy of SCP – Reshaping the Future, Near and Far”  yang membahas antara lain relevansi SCP di wilayah Asia Pasifik, program kerangka internasional untuk SCP, pengarusutamaan SCP ke dalam Rencana Pembangunan Nasional, serta bagaimana meningkatkan pelaksanaan SCP dalam agenda pembangunan berikutnya. Selain itu, dibahas pula tema “Implementation – Managing the Change, Delivering the Value” yang membahas tentang pelajaran dari upaya perubahan manajemen.

“APRSCP ke 10 memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk membahas pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Berbagai pihak sepakat bahwa diperlukan keseimbangan dan kesetaraan dalam melaksanakan prinsip-prinsip konsumsi dan produksi yang berkelanjutan pada setiap levelnya”, demikian disampaikan Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, DR. Henry Bastaman.

Sebagai bukti komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan, Indonesia telah berkontribusi dan menghasilkan beberapa rumusan kesepakatan internasional yang terdiri dari Solo Message (High Level Dialouge on The Institutional Framework for Sustainable Development), Bandung Declaration (Tunza International Youth and Children Conference), dan Yogyakarta Declaration (Asia Pasific Roundtable for Sustainable Consumption Production). Ketiga rumusan tersebut merupakan masukan penting dalam Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Berkelanjutan atau Rio+20 tahun 2012. Semua peserta dan seluruh masyarakat dunia berharap Rio+20 yang akan menghasilkan keputusan yang dapat dilaksanakan baik di tingkat global, regional dan nasional serta lokal.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:
DR. Henry Bastaman, MES, Deputi Menteri Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, Kementerian Lingkungan Hidup, Telp/Fax: 021-85904931, email humas.klh@gmail.com
website APRSCP10 : www.the10thaprscp.com

 

The 10th Asia Pacific Roundtable for
Sustainable Consumption and Production (APRSCP)

YOGYAKARTA DECLARATION ON THE IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE CONSUMPTION AND PRODUCTION IN ASIA AND THE PACIFIC REGION

Yogyakarta, Indonesia, 11 November 2011

ON THE IMPORTANCE OF SCP TO ASIA AND THE PACIFIC REGION
AND ENHANCEMENT OF COMMITMENT

WE,
The Participants of the 10th APRSCP,

RECOGNIZE that in the Asia and the Pacific region, the world’s most populous region and the enjoying the world’s highest economic growth-rate, implementation of Sustainable Consumption and Production is fundamental to sustainable prosperity.

THEREFORE, WE ENCOURAGE relevant stakeholder groups in the region, including governments, businesses and NGOs, to enhance their voluntary commitment to Sustainable Development by continuously building its capabilities, implementing the world’s best practices for Sustainable Consumption and Production, and conducting exemplary regional collaboration.

ON ENHANCING THE IMPLEMENTATION OF SCP

We
The Participants of the 10th APRSCP,

RECOGNIZE that in addressing environmental, social and economic trends through the implementation of Sustainable Consumption and Production, we need additional policy support, capacity building on technical skills, institutional competency, and ongoing public and private sector investments in sustainable technologies.

AND, WE RECOGNIZE that by enhancing the implementation of Sustainable Consumption and Production, we should encourage the re-vitalization of the long-standing “Living in Harmony” traditional Asian culture and wisdom while engaging with the community/lifestyle realities of the 21st century.

ON ENHANCED COOPERATION/PARTNERSHIP ON SCP

We,
The Participants of the 10th APRSCP,

ENCOURAGE relevant stakeholder groups in Asia and the Pacific to enhance cooperation/partnership on the implementation of Sustainable Consumption and Production amongst stakeholder groups at the National, Regional and International level, within new or existing frameworks of cooperation, including the UN and APRSCP.

ON THE SYNERGY OF THE AGENDAS OF SCP, GREEN ECONOMY AND GROWTH, CLIMATE CHANGE
AND UN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT

We,
The Participants of the 10th APRSCP,

ENCOURAGE the leaders of stakeholder groups in Asia and the Pacific Region and the international community to improve the convergence of policy, actions and goals towards Sustainable Development with more tangible measures that consider national and local circumstances, including mitigation and adaptation to Climate Change and achievement of the Millennium Development Goals.

REGARDING A RECOMMENDATION TO RIO + 20 CONFERENCE

We,
The Participants of the 10th APRSCP,

RE-AFFIRM that the implementation of Sustainable Consumption and Production is both a prerequisite for and an overarching objective of successful Sustainable Development, as reflected in our review of stakeholders’ actions on Sustainable Consumption and Production in Asia and the Pacific Region since the Rio Declaration of 1992 and the Johannesburg Plan of Action of 2002.

HENCE WE SUPPORT the establishment of an international agreement on a framework program to support the implementation of Sustainable Consumption and Production through international cooperation and capacity building for developing and least developed countries at the Rio+20 conference.

Asia Pasifik 10 Roundtable for Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (APRSCP)

YOGYAKARTA PERNYATAAN
TENTANG PELAKSANAAN DAN KONSUMSI YANG BERKELANJUTAN DAN PRODUKSI DI ASIA PASIFIK DAERAH
Yogyakarta, Indonesia, 11 November 2011

TENTANG PENTINGNYA SCP UNTUK ASIA DAN PASIFIK DAERAH
DAN PENINGKATAN KOMITMEN

KAMI,
Peserta dari APRSCP 10,

MENYADARI bahwa di kawasan, Asia dan Pasifik dunia yang paling padat penduduknya dan tertinggi menikmati ekonomi dunia tingkat pertumbuhan, pelaksanaan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan merupakan dasar untuk kemakmuran yang berkelanjutan.

OLEH KARENA ITU, KITA MENDORONG kelompok-kelompok stakeholder yang relevan di wilayah tersebut, termasuk pemerintah, bisnis dan LSM, untuk meningkatkan komitmen sukarela mereka untuk Pembangunan Berkelanjutan dengan terus membangun kemampuan, menerapkan praktek-praktek terbaik di dunia untuk Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, dan melakukan kolaborasi regional teladan.

TENTANG PENINGKATAN PELAKSANAAN SCP

Kami
Peserta dari APRSCP 10,

MENYADARI bahwa dalam menangani lingkungan, tren sosial dan ekonomi melalui penerapan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, kita perlu dukungan kebijakan tambahan, pembangunan kapasitas pada keterampilan teknis, kompetensi kelembagaan, dan investasi sektor publik dan swasta yang sedang berlangsung dalam teknologi berkelanjutan.

DAN, KAMI MENYADARI bahwa dengan meningkatkan pelaksanaan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, kita harus mendorong kembali-vitalisasi dari “Hidup di Harmony” lama budaya tradisional Asia dan kebijaksanaan sambil tetap terlibat dengan komunitas / realitas gaya hidup abad ke-21.

TENTANG KERJASAMA DISEMPURNAKAN / KEMITRAAN DI SCP

Kami,
Peserta dari APRSCP 10,

MENDORONG kelompok-kelompok stakeholder yang relevan di Asia dan Pasifik untuk meningkatkan kerjasama / kemitraan terhadap pelaksanaan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan antara kelompok-kelompok pemangku kepentingan di tingkat Nasional, Regional dan Internasional, dalam kerangka kerja baru atau yang sudah ada kerjasama, termasuk PBB dan APRSCP.

TENTANG SINERGI DARI AGENDA DARI SCP, EKONOMI HIJAU DAN PERTUMBUHAN, PERUBAHAN IKLIM
DAN TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM PBB TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Kami,
Peserta dari APRSCP 10,

MENDORONG pemimpin kelompok stakeholder di Asia dan Pasifik dan masyarakat internasional untuk meningkatkan konvergensi kebijakan, tindakan dan tujuan terhadap Pembangunan Berkelanjutan dengan langkah-langkah yang lebih nyata yang mempertimbangkan situasi nasional dan lokal, termasuk mitigasi dan adaptasi terhadap Perubahan Iklim dan pencapaian Pembangunan Milenium.

TENTANG REKOMENDASI ​​UNTUK Sebuah RIO + 20 KONFERENSI

Kami,
Peserta dari APRSCP 10,

Kembali menegaskan bahwa pelaksanaan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan merupakan prasyarat untuk dan tujuan yang menyeluruh dari Pembangunan Berkelanjutan berhasil, sebagaimana tercermin dalam review kami dari tindakan stakeholder ‘pada Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan di Asia dan Pasifik sejak Deklarasi Rio 1992 dan Rencana Aksi Johannesburg 2002.

Oleh karena itu kami DUKUNGAN pembentukan perjanjian internasional tentang kerangka program untuk mendukung pelaksanaan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan melalui kerjasama internasional dan pembangunan kapasitas untuk mengembangkan dan negara-negara berkembang pada konferensi Rio +20.

The 10th Asia Pacific Roundtable for
Sustainable Consumption and Production (APRSCP)

SUMMARY OF PROCEEDINGS

Yogyakarta, Indonesia, 11 November 2011

The 10th APRSCP was the first to be hosted in Indonesia.  The extraordinary support from the Indonesia Ministry of the Environment was greatly enhanced by many partners, including the Indonesia Solid Waste Association (InSWA), United Nations Environment Programme (UNEP), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Switch-Asia (EU), the Institute for Global Environmental Strategies (IGES),  Environmental Support Program DANIDA, the Ministry of Industry, the Ministry of Energy and Mineral Resources, the Agency for Assessment and Application of Technology, and the 20 exhibitors.

Due to the outstanding efforts of these partners, and of the more than 450 attendees, including nearly 140 speakers and moderators, that contributed their expertise and passion, the APRSCP Board of Trustees declares that the Roundtable has strongly achieved its goals of providing outstanding networking opportunities, learning about global best practices, stakeholder engagement, and enhancement of the local and international support of the host-country’s Sustainable Development, and specifically Sustainable Consumption and Production, goals and projects.

In addition, we congratulate the organizers for their selection of an excellent conference venue and host city, and for their outstanding work supporting the Board’s needs to conduct business and enjoy the beautiful and historic Yogyakarta area.

The Roundtable’s workshops appropriately and comprehensively addressed the whole system of sustainable development aspects and impacts, mixing the viewpoints of Indonesia and the region’s leaders for Sustainable Consumption and Production with the views of multiple stakeholders and global best practices.  The diversity of workshops, and the full three-day agenda reflect the extraordinary depth of the program.

Specifically, workshops and plenaries addressed:
o    Climate change (Plenary)
o    Consumption / Investment
o    Financing / Technology
o    Industry / Energy / Transportation
o    Cleaner Production:  Research, Innovation and Upscaling
o    Green Industry Business Model
o    Biodiversity – Metrics of Achievement
o    Community Education / Green Building / Housing
o    CSR / Community-based Initiatives
o    Solid Waste Management and 3R Implementation

The Board wishes to specially recognize the strong commitment of the Indonesian government to sustainable development, including its extraordinary commitment to greenhouse gas emissions reductions, Sustainable Consumption and Production, and whole-system policy approaches, as well as its clear desire for continual improvement towards Asian and global best practices.
Asia Pasifik 10 Roundtable for
Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (APRSCP)

RINGKASAN PROSES

Yogyakarta, Indonesia, 11 November 2011

APRSCP 10 adalah yang pertama diselenggarakan di Indonesia. Dukungan yang luar biasa dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia itu sangat ditingkatkan dengan banyak mitra, termasuk Indonesia Limbah Padat Asosiasi (InSWA), United Nations Environment Programme (UNEP), Pembangunan Industri PBB (UNIDO), Switch Asia (UE) , Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Program Dukungan Lingkungan DANIDA, Departemen Perindustrian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan 20 peserta pameran.

Karena upaya luar biasa dari mitra, dan lebih dari 450 peserta, termasuk hampir 140 pembicara dan moderator, yang menyumbangkan keahlian mereka dan gairah, Dewan Pengawas APRSCP menyatakan bahwa Roundtable telah kuat mencapai tujuannya memberikan kesempatan jaringan yang beredar , belajar tentang praktik terbaik global, keterlibatan pemangku kepentingan, dan peningkatan dukungan lokal dan internasional Pembangunan Berkelanjutan host-negara, dan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan khusus, tujuan dan proyek.

Selain itu, kami mengucapkan selamat kepada panitia seleksi mereka dari tempat konferensi yang sangat baik dan kota tuan rumah, dan untuk pekerjaan luar biasa mereka mendukung kebutuhan Dewan untuk melakukan bisnis dan menikmati daerah Yogyakarta yang indah dan bersejarah.

Lokakarya Roundtable yang tepat dan komprehensif membahas seluruh sistem aspek pembangunan berkelanjutan dan dampak, pencampuran sudut pandang Indonesia dan pemimpin kawasan untuk Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan dengan pandangan dari berbagai pemangku kepentingan dan praktik terbaik global. Keragaman lokakarya, dan agenda tiga hari penuh mencerminkan kedalaman yang luar biasa dari program ini.

Secara khusus, lokakarya dan pleno dibahas:
o Perubahan iklim (Pleno)
o Konsumsi / Investasi
o Pembiayaan / Teknologi
o Industri / Energi / Transportasi
o Produksi Bersih: Riset, Inovasi dan upscaling
o Model Bisnis Industri Hijau
o Keanekaragaman Hayati – Metrik Prestasi
o Pendidikan Masyarakat / Green Building / Perumahan
o CSR / Komunitas Inisiatif berbasis
o Pengelolaan Limbah Padat dan Implementasi 3R

Dewan ingin khusus mengenali komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk komitmen luar biasa untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, dan pendekatan seluruh sistem-kebijakan, serta keinginan yang jelas untuk perbaikan berkelanjutan terhadap Asia dan praktik terbaik global.