KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Serpong -Tangerang Selatan, 19 September 2013. Rangkaian pelatihan AMDAL Batch II dengan kurikulum khusus bagi para aparatur Pemerintah Timor Leste di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) KLH berakhir hari ini. Pelatihan AMDAL Batch II yang dimulai sejak tanggal 2 September 2013 ini merupakan Kerjasama tiga negara: Indonesia, Timor Leste dan Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di bidang lingkungan hidup bagi aparatur pemerintah Timor Leste. Pelatihan ini terselenggara karena pihak Jepang selaku negara donor menilai Indonesia termasuk negara yang terdepan di Asia Tenggara dalam perkembangan sistem AMDALnya. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melibatkan Jepang dalam kerangka kerjasama South-South and Triangular Cooperation sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding on Environmental Cooperation antara Indonesia dan Timor Leste yang ditandatangani padabulan Mei 2011.

Peningkatan kapasitas di bidang AMDAL menjadi prioritas karena Timor Leste yang menjadi negara baru tahun 2002 sedang giat melakukan pembangunan ekonomi di segala bidang terutama pada sektor infrastruktur dan energi. Sebagai alat dan mekanisme perencanaan yang penting dan efektif dalam upaya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Timor Leste, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) sangat diperlukan untuk memperkecil dampak pembangunan.

Pelatihan dalam kerangka kerjasama dua negara berkembang akan lebih baik, mengingat gap pembangunan antara kedua negara lebih kecil dibandingkan dengan negara maju serta skema alih pengetahuan dan teknologi yang lebih mudah dilakukan antar negara berkembang. Secara geografis Indonesia dan Timor Leste memiliki tanggung jawab bersama memastikan lingkungan hidup terpelihara dalam mencapai kesejahteraan kedua negara.

Pelatihan AMDAL ini adalah merupakan batch kedua dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang yang berasal dari National Directorate of Environment (NDE) Kementerian Perdagangan, Industri dan Lingkungan (Ministry of Commerce, Industry and Environment – MCIE), baik yang berasal dari kantor pusat maupun distrik. Metode pelatihan adalah pelajaran di kelas, diskusi kelompok, praktek tes kualitas lingkungan di laboratorium, serta kunjungan lapangan ke pelabuhan, jalan tol, kawasan perumahan dan Bandar udara. Pemilihan objek tersebut adalah sesuai dengan kebutuhan Timor Leste yang akan atau sedang melakukan pembangunan di keempat objek tersebut.

Pada pelatihan ini maka diharapkan para peserta mampu: (i) mengatasi operasional aspek teknis AMDAL; (ii) memberikan pemahaman /coaching kepada para pemangku kepentingan mengenai aspek rekayasa AMDAL; (iii) melakukan pengaturan yang memadai terhadap keseluruhan proses AMDAL.

Pelatihan AMDAL ini ditutup secara resmi oleh Dr. Henry Bastaman, MES, Deputi Bidang Pengembangan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas KLH serta dihadiri oleh Mr. Joao Carlos Soares, Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan, Industri dan Lingkungan Timor Leste, perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, dan Dr. Kanji Usui, advisor JICA Timor Leste.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Dr. Henry Bastaman, MES,
Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas
Kementerian Lingkungan Hidup,
Tel/Fax: 85904931,
email: humaslh@gmail.com