KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

            Sektor refrigerasi merupakan salah satu pengguna utama Bahan Perusak Ozon (BPO) di Indonesia. Penggunaan BPO di sektor ini tidak hanya pada kegiatan manufaktur tetapi juga pada kegiatan servis perawatan dan pemeliharaan sistem pendingin. Setelah Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan untuk menghentikan impor CFC mulai 1 Januari 2008 dan diikuti dengan larangan  penggunaan CFC pada kegiatan manufaktur peralatan pendingin, maka kegiatan servis menjadi satu-satunya sumber pelepasan CFC ke atmosfir.

            Dalam upaya perlindungan lapisan ozon, Menteri Negara Lingkungan Hidup telah menetapkan Peraturan No. 2 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis dan Persyaratan Kompetensi Pelaksanaan Retrofit dan Recycle pada Sistem Refrigerasi. Tujuan umum pelaksanaan Peraturan MenLH No.2 tahun 2007 adalah untuk:

  • Mencegah emisi CFC/HCFC ke udara dengan meningkatkan kesadaran dan kemampuan para teknisi dalam menerapkan tata cara servis yang baik dan benar

  • Meningkatkan daya saing para teknisi refrigerasi

  • Mengembangkan sistem dan mekanisme sertifikasi bagi teknisi refrigerasi agar dapat diakui kompetensinya di tingkat nasional maupun internasional

  • Mengembangkan sistem registrasi bagi bengkel yang melakukan kegiatan retrofit dan recycle agar diketahui oleh masyarakat luas

                Implementasi Peraturan tersebut memerlukan kesiapan infrastruktur pendukung, mencakup antara lain penunjukan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LS), ketersediaan Asesor yang akan menguji kompetensi ara teknisi, penyiapan Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan penyediaan lembaga pelatihan kompetensi (LPK).

                Untuk menyiapkan tenaga Asesor, KLH dan Lembaga Sertifikasi Personil (LSP) Logam dan Mesin telah bekerjasama melakukan kegiatan pengayaan materi yang diikuti oleh 38 tenaga ahli refrigerasi, khususnya di bidang retrofit dan recycle.

                Saat ini sudah tersedia kurang lebih 132 lembaga pelatihan di 21 Propinsi yang potensial untuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK ) Refrigerasi, selain itu juga pelatih untuk melatih teknisi refrigerasi sebanyak 171 orang untuk sektor servicing domestik dan AC mobil.

                Tahap selanjutnya terkait dengan penyiapan infrastruktur penerapan Peraturan MenLH No. 2 Tahun 2007 adalah pengayaan materi bagi calon Asesor Lisensi yang akan bertugas untuk memverifikasi TUK. Kegiatan dilaksanakan di Biotrop, Bogor, pada tanggal 4-7 November 2008 dengan tujuan untuk membekali kompetensi calon verifikator sehingga dapat memenuhi kualifikasi sesuasi Standar ISO 19011, bidang 17024.

                Kegiatan pengayaan materi bagi calon Asesor Lisensi diikuti oleh 19 orang peserta yang terdiri dari wakil unit teknis terkait di KLH, PPLH di 5 wilayah Regional, dan LSP. Asesor Lisensi memiliki area kerja yang luas, mengingat jumlah calon TUK yang harus diverifikasi jumlahnya cukup banyak dan letaknya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

                Pengayaan materi disampaikan dengan metode interaktif dan komunikatif sehingga penyampaian materi dapat berjalan secara efektif.  Dalam acara penutupan pada tanggal 7 Nopember 2008, Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim, menggarisbawahi pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana secara lengkap dan upaye penyebarluasan informasi secara intensif agar P
    eraturan MenLH No. 2 Tahun 2007 dapat sepenuhnya dilaksanakan secara tepat waktu, yaitu mulai bulan Pebruari 2009.

    Informasi lebih lanjut:

    1.      Ir. Sulistyowati

    Asdep Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim

    Telp. 021-851 7164

    Fax.  021-859 02521

    Email : ozon@menlh.go.id

    2.      Dra. Sri Tantri Arundhati, M.Sc.

    Asdep Urusan Standardisasi, Teknologi dan Produksi Bersih

    Telp. 021 – 85906167

    Fax. 021 – 8584638

    E-mail: kompetensi_lingkungan@yahoo.co.id