Perairan Teluk Lampung Memprihatinkan

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/13/daerah/367653.htm Jumat, 13 Juni 2003 Perairan Teluk Lampung Memprihatinkan Bandar Lampung, Kompas – Banyaknya sampah plastik, pencemaran air akibat limbah industri, rumah sakit, rumah tangga, serta rumah makan menyebabkan kondisi perairan di sekitar Teluk Lampung akhir-akhir ini tampak memprihatinkan. Di kawasan sekitar Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing, Teluk Betung, air laut tampak keruh dan berminyak. [...]

18 Jun 2003 06:27 WIB

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/13/daerah/367653.htm
Jumat, 13 Juni 2003

Perairan Teluk Lampung Memprihatinkan

Bandar Lampung, Kompas – Banyaknya sampah plastik, pencemaran air akibat
limbah industri, rumah sakit, rumah tangga, serta rumah makan menyebabkan
kondisi perairan di sekitar Teluk Lampung akhir-akhir ini tampak
memprihatinkan.

Di kawasan sekitar Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing, Teluk Betung, air
laut tampak keruh dan berminyak. Kawasan pantai di sekitar PPI itu pun
banyak endapan lumpur berwarna hitam serta sisa-sisa sampah plastik dan
bangkai ikan.

Hal serupa juga tampak di Sungai Belau, sekitar dua kilometer sebelum
lokasi PPI. Air sungai yang masih aktif digunakan sebagai tempat sandar
perahu-perahu nelayan tersebut keruh dan berminyak.

“Kami mengimbau agar semua warga bekerja sama menjaga dan melestarikan air
yang merupakan kebutuhan hidup yang tak tergantikan oleh apa pun juga,”
papar Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda)
Lampung Syamsudin Rahmat, Kamis (12/6) di Teluk Betung.

Ia mengungkapkan itu dalam peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia yang
bertema Air bagi Dua Miliar Penduduk.

Syamsudin mengemukakan, saat ini kondisi air di kawasan Gunung Betung dan
kawasan perairan Teluk Lampung mengkhawatirkan.

“Gunung Betung yang menjadi daerah tangkapan air dan menjadi sumber air
bersih bagi warga Lampung mulai rusak akibat dirambah,” papar Syamsudin.

Air barang langka

Hal senada juga diungkapkan Plth (pelaksana tugas harian) Gubernur Lampung
Tursandi Alwy. Ia mengemukakan, kawasan hutan bakau di pantai timur Lampung
telah rusak. Selain itu akibat banyaknya pencemaran, mutu air di kawasan
Lampung mulai menurun.

Tursandi menambahkan, di Lampung air telah menjadi barang yang langka dan
mahal. “Bisa jadi di masa mendatang air menjadi barang mewah, padahal air
tak bisa diganti,” tutur Tursandi.

Dalam kesempatan tersebut dicanangkan program laut bersih dan pantai
lestari, serta sungai bersih. Hal itu dilakukan untuk mengupayakan
perbaikan dan perlindungan bagi kelestarian air, serta keragaman hayati
yang hidup di dalamnya.

Saat ini di kawasan rekreasi pantai di Lampung banyak dijual
terumbu-terumbu karang yang dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu
rupiah persatu terumbu karang. Berkurangnya terumbu karang dan polusi air
oleh limbah perkotaan, menyebabkan hasil tangkapan nelayan di kawasan Teluk
Lampung menurun. (jos)

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı