KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

29092014Garut, 29 September 2014. Hari ini Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, meresmikan Kampung Pelag sebagai Kampung mandiri dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan ini juga menandai Pencanangan Gerakan Hijau Indonesia Power di seluruh lokasi usahanya di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Garut, Bapak Rudy Gunawan, Direktur Utama PLN, Bapak Nur Pamudji, General Manager IP UBP Kamojang, Bapak Dadang Gumbira serta para alim ulama dan tokoh masyarakat.

Dalam konteks pelestarian fungsi lingkungan, berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diamanatkan bahwa setiap usaha dan kegiatan wajib menaati izin lingkungan, taat terhadap baku mutu air limbah, emisi serta melakukan pengelolaan limbah B3. Dari hasil pengawasan yang dilakukan melalui PROPER, Program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, tahun 2012-2013 masih terdapat pembangkit listrik yang masih berkinerja kurang baik dalam pengelolaan lingkungan.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyambut baik upaya yang sudah dilakukan jajaran PLN dalam menertibkan atau melengkapi dokumen lingkungan di pembangkit-pembangkit yang pada saat ini sedang diproses. Keberadaan suatu unit atau divisi khusus yang menangani lingkungan diharapkan dapat membantu menangani dan mengelola lingkungan yang lebih baik. Terkait dengan social equity dan lingkungan menurut World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan diwujudkan dalam Corporate Social Responsibility (CSR). CSR merupakan komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat atau pun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup mengatakan, “Selaras dengan prinsip CSR tersebut, PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang sudah mengimplementasikan program CSR. Diharapkan dengan peran aktif masyarakat serta dukungan pemerintah daerah Kota Garut maka kemandirian kampung Pelag dapat terwujud lebih cepat. Kemandirian Kampung Pelag diharapkan dapat ditiru dan direplikasi oleh perusahaan lainnya sebagai bentuk kontribusi mereka dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pembibitan kopi, peternakan domba, pemilahan sampah. Ditargetkan dalam kurun waktu enam tahun PT. Indonesia Power UBP Kamojang sudah berhasil mewujudkan kampung Pelag yang mandiri, dengan langkah awal pemberantasan buta aksara, peningkatan kesehatan, dan pengelolaan lingkungan.(Biro hukum dan Humas)

Tags: ,