KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Memperkuat Dukungan Internasional terhadap Pembangunan  Berkelanjutan di Indonesia

CIMG2140c.jpgBrisbane, 23 Februari 2009. Upaya peningkatan kualitas lingkungan terus menerus dilakukan Indonesia antara lain dengan melakukan kerjasama dengan Griffith University, Brisbane, Australia sejak Februari 2006. Griffith University –memiliki lebih dari 35.000 mahasiswa- adalah salah satu universitas dengan multi kampus yang terbesar di Australia yang secara konsisten dan berkesinambungan terus menerus mengembangkan inovasi di berbagai disiplin ilmu, termasuk kearifan tradisional dalam menghadapi perubahan iklim.

Kegiatan kerjasama yang dilakukan adalah untuk meningkatkan, memfasilitasi, dan membangun peningkatan kapasitas individu dan organisasi dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan formal/informal, kerjasama penelitian, peningkatan pengelolaan sumberdaya alam dan perencanaan lingkungan yang berkelanjutan baik di tingkat nasional, propinsi maupun kota/kabupaten.

Masalah lingkungan berubah sangat cepat, demikian juga dengan tema dan info-info lingkungan. Agar perkembangan di Indonesia dapat diikuti secara komprehensif melalui penelitian dan peningkatan kapasitas serta dapat diakses secara luas, maka didirikanlah Centre of Excellence for Sustainable Development for Indonesia (CESDI) pada Februari 2007.

CIMG2139b.jpgIsu lingkungan yang diprioritaskan dalam Rencana Operasional CESDI yaitu;
(i). Perubahan Iklim, (ii). Pengelolaan Sumber daya Alam, (iii). Urbanisasi dan industrialisasi, (iv). Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan

Dengan  terbentuknya CESDI maka diharapkan pembangunan Indonesia berkelanjutan menjadi lebih mudah dan cepat tercapai.

Peresmian gedung kantor CESDI yang dilakukan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Hon. Profesor Ir. Rachmat Witoelar dengan memandatangani prasasti/plakat serta membunyikan kentongan. Kantor CESDI yang bernuansa Indonesia itu berlokasi di Nathan Campus, Griffith University Brisbane pada tanggal 23 Februari 2009 yang lalu,  adalah merupakan langkah penting  agar CESDI  menjadi lebih efektif dan efisien.

Hadir pada peresmian tersebut serta sekaligus memberi sambutan adalah HE Mr John Mickel MP, Menteri Transportasi, Perdaganagan dan Hubungan Industri; Mr Howard Bamsey, Deputy Secretary Departemen Lingkungan mewakili HE Penny Wong, Menteri Perubahan Iklim dan Air, Konsul Jenderal Indonesia (Sydney) Bpk Sudaryomo Hartosudarmo; Vice Chancellor/Direktur Griffith University Prof Ian O’Connor.

CIMG2135a.jpgDalam kerangka CESDI ini pula saat ini ada 35 mahasiswa pasca sarjana dari Universitas Hasanuddin, Makassar tengah melanjutkan studi di Griffith University.  Dalam waktu dekat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan akan mengirim 100 orang stafnya untuk peningkatan kapasitas. Hal ini akan diperkuat dengan akan ditandatanganinya Nota Kesepakatan antara KLH, Universitas Hasanuddin, Pemprov Sulawesi Selatan dan Griffith University di Makassar pada tanggal 12 Maret 2009 yang akan datang.   

Acara ini dimeriahkan dengan sajian kesenian Indonesia yaitu tari Bali (tari Pendet dan Panji Semirang) yang ditampilkan oleh Ikatan warga Bali di Queensland dan hiburan angklung yang ditampilkan oleh sanggar angklung dan mahasiswa Indonesia di Griffith University. Tiga buah lagu yang ditampilkan yaitu “Indonesia Pusaka