KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 1 Nopember 2010, Menteri Negara Lingkungan Hidup meresmikan Klaster Ozon yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai salah satu upaya Kementarian Lingkungan Hidup dalam menyediakan informasi dan edukasi akan pentingnya fungsi lapisan ozon bagi kehidupan bumi, khususnya untuk para pelajar dan pengunjung TMII.

Lapisan ozon merupakan lapisan yang berfungsi menyerap radiasi sinar Ultra Violet B (UV-B) yang merupakan radiasi matahari diketahui dapat meningkatkan kejadian katarak mata, kanker kulit, berkurangnya daya tahan tubuh, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, serta kepunahan plankton di laut. Seperti diketahui bahwa dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi kerusakan lapisan ozon akibat penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) seperti CFC, Halon dan Metil Bromida. Usaha global yang telah dilakukan oleh negara-negara di dunia di bawah payung Protokol Montreal oleh para ahli dianggap berhasil dan menunjukkan adanya kecenderungan pemulihan kerusakan lapisan ozon. Upaya pemulihan lapisan ozon ke kondisi normal di tahun 1970-an memerlukan waktu lebih lama dan dana yang besar. Jika seluruh negara pihak terus melanjutkan komitmennya untuk menghapus produksi dan konsumsi BPO sesuai jadwal Protokol Montreal, maka lapisan ozon diperkirakan baru akan pulih pada pertengahan abad ini.

Indonesia sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi Protokol Montreal terus aktif mengupayakan penghentian penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lapisan ozon. Berbagai cara untuk menyadarkan seluruh masyarakat akan pentingnya program perlindungan lapisan ozon terus dilakukan.

Di Klaster Ozon ini pengunjung dapat menggunakan alat peraga maupun program interaktif untuk mendapatkan jawaban tentang berbagai pertanyaan seperti apakah ozon, bagaimana pembentukan ozon dan perusakan ozon terjadi, dimana terjadi kerusakan ozon, bagaimana mengetahui adanya kerusakan ozon, apa akibat kerusakan ozon terhadap kehidupan di bumi, serta usaha apa saja yang telah dilakukan secara global untuk memulihkan kerusakan ozon tersebut.

Melalui pemahaman yang baik tentang sains dan teknologi yang berkaitan dengan ozon dan pengendalian kerusakan ozon, masyarakat dan pelajar pada khususnya, yang merupakan generasi penerus yang akan menjadi pengambil keputusan dalam pemerintahan mendatang dapat bertindak yang sesuai untuk menghentikan terjadinya kerusakan di lapisan ozon