Peresmian Pusat Pengelolaan Ekoregion Papua di Biak Papua

Biak, 11 Desember 2012. Sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kelembagaan nasional berbasis kewilayahan atau ekoregion. Dengan memperhatikan karakteristik Sumber Daya Alam (SDA), kondisi geografis, ekosistem, budaya masyarakat dan kearifan lokal, maka Kementerian Lingkungan Hidup membentuk Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Papua. Hal-hal [...]

14 Dec 2012 07:47 WIB

Biak, 11 Desember 2012. Sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kelembagaan nasional berbasis kewilayahan atau ekoregion. Dengan memperhatikan karakteristik Sumber Daya Alam (SDA), kondisi geografis, ekosistem, budaya masyarakat dan kearifan lokal, maka Kementerian Lingkungan Hidup membentuk Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Papua. Hal-hal yang mendasari pembentukan wilayah ekoregion Papua ini adalah luasnya bentangan topografi wilayah Papua + 457.437,62 km2, memiliki aset SDA dan lingkungan hidup berkelas dunia serta kompleksitas permasalahan lingkungan seperti meningkatnya kerusakan dan/atau pencemaran lingkungan serta menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan Papua.

Pada saat peresmian Pusat Pengelolaan Ekoregion Papua, Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyatakan  “Pusat Pengelolaan Ekoregion Papua dibentuk sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pulau Papua yang lebih optimal. Terbentuknya kelembagaan lingkungan hidup wilayah yang strategis ini berarti akan mempercepat peningkatan kapasitas lembaga-lembaga lingkungan hidup daerah di Papua yang dapat mendorong pemerintah daerah melaksanakan perencanaan, penyusunan dan implementasi program lingkungan hidup serta mendorong pelaksanaan pengawasan kegiatan dan/atau usaha di Papua agar selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.”

Selain peresmian PPE Papua terdapat pula berbagai rangkaian kegiatan seperti Seminar, Pelatihan dan Penanaman Pohon. Seminar Ekoregion Papua diselenggarakan oleh Badan Pengendalian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (BPSDALH) Provinsi Papua di Biak tanggal 10 Desember 2012 terkait informasi mengenai ekosistem Papua, pengelolaan pariwisata, keanekaragaman hayati dan konservasi terumbu karang. Pelatihan Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk aparat daerah yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan peningkatan Kapasitas KLH pada tanggal 12 Desember 2012 di kantor PPE Papua. Menteri LH berkesempatan pula melakukan pencanangan PHON (Program Infrastruktur Hijau PPE Sumapapua tahun 2012) di Pantai Wari, Biak Utara bekerja sama dengan Yayasan Rumsram Biak.

Penguatan kelembagaan lingkungan hidup Papua ini tidak lepas dari perlindungan aset SDA Papua seperti: (i) the lost world pada pegunungan Foja, DAS Membramo; (ii) di bagian laut “kepala burung” yang merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia, memiliki 450 jenis spesies trumbu karang yang terdapat di Kepulauan Raja; (iii) Taman Nasional Lorentz yang merupakan wilayah konservasi terbesar di Indonesia dimana pada tahun 1999 ditetapkan PBB sebagai situs warisan dunia; (iv) hutan belantara terluas di Asia Tenggara, sekitar 25.000 km2 serta memiliki lahan hutan hujan tropis yang dilindungi, yang terluas di Asia Pasifik.

Berita terkaut : Kunjungan kerja MenLH di Serui, Yapen Papua

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Dr. Tasdiyanto,
Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Papua,
tel: 021-8517182
email: humas@menlh.go.id
website: menlh.go.id

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı