KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Untuk selalu mengingatkan orang terhadap pentingnya melindungi
lapisan ozon, Persatuan Bangsa-bangsa menetapkan tanggal 16 September sebagai
Hari Ozon Internasional, sesuai dengan tanggal penandatanganan Protokol Montreal,
16 September 1987. Untuk peringatan Hari Ozon Internasional tahun 2003, tema
yang disampaikan adalah “Save Our Sky : There is a Hole Lot More to Do
for Our Children”.

Kementerian Lingkungan Hidup selaku focal point program perlindungan
lapisan ozon di Indonesia dalam partisipasinya memperingati hari tersebut mengadakan
berbagai kegiatan. Asdep Urusan Atmosfer dan Perubahan Iklim pada Deputi Bidang
Pelestarian Lingkungan sebagai unit kerja yang mempunyai tugas dan fungsi pokok
yang terkait dengan hal tersebut menyelenggarakan acara puncak Hari Ozon Internasional
2003, dengan mengadakan Seminar Nasional dan Pameran Produk dan Teknologi Yang
Tidak Merusak Lapisan Ozon. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 September
2003, di Auditorium Binakarna, Komplek Bidakara dan akan dibuka oleh Menteri
Negara Lingkungan Hidup.

Dalam puncak acara tersebut juga akan diserahkan penghargaan
kepada pemenang lomba lukis dengan media tong sampah bagi siswa-siswi sekolah
dasar yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2003 di Bumi Perkemahan
Cibubur. Penghargaan juga akan disampaikan kepada pemenang lomba karya tulis
menanggulangi penipisan lapisan ozon di atmosfer, yang diselenggarakan sejak
bulan Juli sampai akhir Agustus 2003. Selain itu juga akan dilangsungkan peluncuran
buku Materi Pendidikan Lingkungan Hidup : Modul Udara, yang disusun oleh Hanns
Seidel Foundation. Dalam kesempatan ini juga akan dilakukan peresmian Bank Halon
Indonesia yang dikelola oleh Garuda Maintenance Facilities (GMF). Bank Halon
Indonesia merupakan suatu institusi yang dibentuk untuk mengelola halon sebagai
salah satu bahan perusak ozon yang ada di Indonesia, peresmian ini ditandai
dengan penandatanganan prasasti.

Seminar Nasional yang bertajuk ”Bebas Bahan Perusak Ozon
Akhir Tahun 2007: Siapkah Indonesia?” akan dihadiri oleh para undangan
yang mewakili instansi pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan media
massa. Dalam seminar tersebut akan disampaikan materi mengenai kesiapan para
stakeholder di Indonesia untuk pencapaian target penghapusan bahan perusak ozon
di Indonesia pada akhir tahun 2007. Pembicara yang akan memberikan materi tersebut
berasal dari berbagai unsur, yaitu :

1. Kebijakan : Ditjen Perdagangan Luar Negeri – Depperindag, Ditjen Bina Sarana
Pertanian – Dep. Pertanian, dan Ditjen Bea dan Cukai – Dep. Keuangan

2. Kesiapan pihak swasta : KADIN, Pertamina, dan Garuda Maintenance Facility
(GMF).

Bersamaan dengan pelaksanaan seminar tersebut juga akan diadakan
pameran produk dan teknologi yang tidak merusak lapisan ozon, yang akan diikuti
oleh perusahaan, lembaga atau organisasi yang terkait dengan program perlindungan
lapisan ozon. Kegiatan pameran ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai ajang
pengenalan kepada masyarakat, produk-produk yang dihasilkannya, dimana dalam
proses produksinya sudah menggunakan teknologi yang bebas bahan perusak ozon
(BPO), selain itu juga perusahaan pemasok atau distributor dapat mengenalkan
bahan atau teknologi yang bebas BPO. Dalam pameran tersebut, institusi/lembaga/organisasi
diharapkan dapat berpartisipasi dengan menampilkan informasi mengenai teknologi
atau program yang terkait dengan program perlindungan lapisan ozon. Pameran
ini merupakan salah satu sarana untuk memasyarakatkan program perlindungan lapisan
ozon serta pengenalan produk bahan dan teknologi yang bebas BPO.

Informasi lebih lengkap hubungi :

Asdep Urusan Atmosfer dan Perubahan Iklim

Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan

Ir. Gunardi

Telp. 859 7164

E-mail : ozon@menlh.go.id