KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Talula Zuhra Soenharjo, tampaknya sangat bergembira dapat menjadi menteri sehari. Sudah sejak pagi-pagi sekali Talula sudah berada di kediaman Menteri Lingkungan Hidup menjalani perannya sebagai Menteri sehari. Sebelum mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup, Talula sarapan pagi didampingi oleh istri menteri Lingkungan Hidup Ibu Ainun Makarim.

Belum lepas rindunya dengan Talula, ibu Ainun Makarim melepas kepergian Suami dan Talula untuk mendatangi kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan. Tak lama kemudian, Talula beserta bapak Nabiel mampir di salah satu toko buku di sekitar jalan M.H. Tamrin, sambil berbincang-bincang dengan wartawan.

Talula bercerita sangat senang dengan perjalanan pak Nabiel dan sangat ingin ke Istana Negara menemui Ibu Presiden Megawati. Sedangkan Pak Nabiel bercerita tentang kegiatan sastranya yang merupakan hobi lama di sela-sela kesibukannya sebagai menteri. Kegiatan seni yang dilakukan Bapak Nabiel adalah menulis cerpen, yang pernah juga di muat di salah satu majalah ibu kota. Hal ini menandakan bahwa bapak menteri sangat antusias terhadap kegiatan seni tulis, apalagi dimulai sejak kecil seperti yang dilakukan Talula dalam lomba penulisan puisi lingkungan kali ini.

Setelah itu Talula menaiki kendaraan kementerian mengikuti perjalanan dinas dengan salah satu acara yaitu, menemui Bapak Gubernur Sutioso di Hotel Grand Hayatt. Kali ini pertemuan Menteri kecil kita serta Pak Nabiel dengan Bapak Gubernur Sutiyoso menceritakan, bahwa pemerintah pusat dan daerah berusaha menghijaukan Nusantara. Salah satunya yang dimulai oleh Bapak gubernur Sutiyoso dengan Program Hijau di seputar Monemen Nasional (Jakarta). Pak Sutioso menjelaskan apa saja program penghijauan Jakarta yang telah dilakukan. Salah satu program tersebut adalah pemugaran kawasan Monumen Nasional, yang rencana pembukaannya akan dimulai bertepatan pada Hari Lingkungan 5 Juni 2003, oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dan secara simbolis melepas rusa dan menanam sebatang pohon di seputar Monas.

Pak Sutiyoso menjelaskan penanaman pohon secara simbolis ini bukan hanya dilakukan oleh ibu Megawati semata, tetapi juga dilakukan oleh 30 Gubernur dan diikuti oleh beberapa LSM dalam penanaman bibit tumbuhan di sekitar Monumen Nasional. Sebenarnya sejak hari ini sudah di lepas beberapa rusa yang nantinya akan mendiami lahan di sekitar Monumen Nasional.Tujuan dari itu semua adalah target dari gubernur untuk menghijaukan Jakarta mencapai 12 % dari 9 % yang ada sekarang ini, menjadikan Kawasan Monumen Nasional sebagai Paru-paru Ibu kota dan tempat penakaran hewan.

Pak Nabiel menanggapinya bahwa, itulah yang diingini oleh Bapak Emiel Salim dahulu (Menteri Lingkungan Hidup Pertama RI.red), dan mudah-mudahan dapat terjadi sekarang ini. Pak Nabiel berpesan kepada Talula, bahwa diharapkan 10 tahun mendatang Talula dapat melihat kota Jakarta menjadi kota yang ramah lingkungan serta hijau.

Setelah pertemuan dengan Bapak Sutiyoso dilanjutkan perjalanan Talula ke Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, di Jln. DI. Panjaitan, Jakarta Timur. Melihat-lihat kegiatan staf dan ruang kerja Menteri Lingkungan Hidup.

Rupanya perjalanan menteri kita ini sangat panjang. Talula tercapai keinginanannya untuk menemui Ibu Presiden Megawati, rencananya ia akan disambut pada pukul 15,00 WIB, bersamaan dengan acara pemberian hadiah terhadap para Jurnalis/wartawan yang menjuarai Lomba Penulisan/pemberitaan mengenai lingkungan hidup.

Itulah sekelumit perjalanan menteri kecil dan pemberian hadiah jurnalis (Green jurnalis). Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2003.