KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Menepati waktu yang dijadwalkan, Pemenang Lomba Sajak Lingkungan
Anak-anak, Talula Zuhra Soenhardjo, tiba di kediaman Menteri Negara Lingkungan
Hidup, Bapak Nabiel Makarim jam 07.30 WIB. Ia akan memulai menjadi Menteri Lingkungan
Hidup Sehari. Acara pertamanya adalah sarapan pagi bersama ibu Ainun Makarim,
putra putri pak Nabiel serta beberapa wartawan.

Menaiki Volvo hitam, mobil dinas Menteri, Talula duduk disamping
Pak Nabiel menuju Kemeterian Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Redjeki, SH di
kantornya di Jl. Medan Merdeka Barat. Dalam pertemuan tersebut Ibu Sri menerangkan
sudah seberapa jauh kaum perempuan dapat berperan dalam pembangunan; dengan
tangkas dan jenaka Talulapun menceritakan bagaimana kesetaraan gender sudah
mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Pertemuan ini diakhiri dengan pertukaran
hadiah dimana Talula menyerahkan sajak “Tarian Hujan”nya kepada
Ibu Menteri.

Mengingat masih ada tenggang waktu untuk pertemuan dinas selanjutnya,
pak Nabiel mengajak Talula ke toko buku di kawasan Jalan Thamrin dan Talulapun
memilih dua buku cerita misteri dalam bahasa Inggris sebagai bahan bacaannya.

Agenda penting berikutnya adalah pertemuan dengan Gubernur
DKI Jakarta, Bapak Sutiyoso mengenai persiapan Peringatan Hari Lingkungan 5
Juni 2003 dan rencana penghijauan Jakarta dengan menjadikan Kawasan Monumen
Nasional sebagai paru-paru Ibukota serta tempat penangkaran rusa. Paparan pak
Gubernur disampaikan kepada Talula bahwa 10 tahun lagi Talula dapat melihat
Jakarta menjadi kota hijau yang ramah lingkungan. Talula menyimak dengan seksama
dan menyerahkan sajaknya sebagai kenang-kenangan kepada Pak Sutiyoso.

Tugas Talula berikutnya adalah pengumuman pemenang Lomba Penulisan
“Green Journalist” di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Acara
berlangsung informal disertai acara makan siang. Deputi Menteri LH bidang Pengembangan
Peran Masyarakat, Ir. Arie D. D. Djoekardi mengumumkan pemenang tahap I yang
meliput isu lingkungan di Kab. Garut yaitu Merry Magdalena (Sinar Harapan,
Juara 1), Sukowati (Majalah Forum Keadilan, Juara 2) dan Undang Sudradjat (Pikiran
Rakyat, Wartawan paling produktif). Sedangkan pemenang tahap 2 yang meliput
isu lingkungan di Taman Nasional Way Kambas adalah Elok Dyah (Kompas, Juara
1), Heryus Saputra (Majalah Femina, Juara 2) dan Merry Magdalena (Suara Pembaharuan,
Juara 3). Pada kesempatan ini, Talula bersama Pak Nabiel memberikan hadiah kepada
para pemenang.

Rapat Pimpinan harus pula dihadiri oleh Talula. Ia tanpa ragu
mengikuti jalannya rapat tersebut walaupun kata Talula: “iya agak sedikit
bosan…!”. Pertemuan Para Pejabat Eselon I Kementerian Lingkungan Hidup
hari ini ‘dipimpin’ oleh “Menteri Lingkungan Hidup”
Kecil atau Talula. Rapim yang berlangsung sekitar satu jam membahas isu lingkungan
yang mendesak untuk ditangani. Acara selanjutnya pada jam 15.00 WIB sedianya
adalah bertemu dengan Presiden RI, namun harus ditunda mengingat Ibu Megawati
masih memimpin Sidang Kabinet Terbatas sehingga tugas Talula yang terakhir adalah
memberi laporan hasil kerjanya selama menjadi Menteri Lingkungan Hidup Sehari
di Radio Female. Ketika Talula melaporkan hasil kerja seharinya, terungkap bahwa
ada kesamaan antara Talula dan Bapak Nabiel Makarim: keduanya gemar menulis
sajak dan cerita pendek. Namun demikian, Presiden RI masih menunggu kedatangan
Talula keesokan harinya, Selasa, 3 Juni 2003 pada jam 09.00 WIB. Hasil pertemuan
ini akan disampaikan menyusul. (hb/ss)