PERKARA PIDANA LINGKUNGAN HIDUP YANG MASUK STATUS P.21

Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan ini menginformasikan beberapa penanganan kasus tindak pidana lingkungan hidup yang perkaranya sudah dalam status P.21/Berkas Perkara dinyatakan sudah lengkap oleh Kejaksaan. Adapun Uraiannya sebagai berikut: PT. Agro Sarimas Indonesia, melakukan perusakan lingkungan akibat pembakaran hutan dan/atau lahan di Desa Bayas Jaya. Kec. Kempas, Kab. Indragiri Hilir, Propinsi Riau. Didakwa melanggar [...]

17 Nov 2008 15:43 WIB

Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan ini menginformasikan beberapa penanganan kasus tindak pidana lingkungan hidup yang perkaranya sudah dalam status P.21/Berkas Perkara dinyatakan sudah lengkap oleh Kejaksaan. Adapun Uraiannya sebagai berikut:

  1. PT. Agro Sarimas Indonesia, melakukan perusakan lingkungan akibat pembakaran hutan dan/atau lahan di Desa Bayas Jaya. Kec. Kempas, Kab. Indragiri Hilir, Propinsi Riau. Didakwa melanggar pasal 41 dan 42 Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) tahun 1997.  Penyidikan dilakukan oleh PPNS-LH KLH.
  2. DEDEN melakukan perusakan lingkungan akibat pembakaran hutan dan/atau lahan di Desa Bayas jaya, Kec.kempas, kab. Indragiri Hilir, propinsi Riau. Didakwa melanggar pasal 41 dan 42 PLH tahun 1997. Penyidik PPNS-LH KLH
  3. DKB 1 Galangan I (Dok Koja Bhahari I). Melakukan pembuangan B3 di Jl. Sindang Laut No. 104 dan 119 Cilincing Tanjung Priok Jakarta Utara. Didakwa melanggar pasal 43(1), 46 UU No 23 tahun 1997 PLH. Gab PPNS-LH KLH dan Babinkam Dit. Polair POLRI.
  4. DKB Galangan II (Dok Koja Bhahari II). Melakukan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Jl. Penambangan Pelabuhan I Tanjung Priok Jakarta utara. Didakwa melakukan pelanggaran Pasal 41(1) sub pasal 43(1) UU. 23 Tahun 1997 tentang PLH. Penyidikan melibatkan gabungan PPNS-LH KLH dan Babinkam Dit. Polair POLRI
  5. ROSIKIN melakukan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Jl. Digul Raya Cilincing Jakarta Utara. Didakwa melanggar Pasal 41(1), sub Pasal 43(1) Jo Pasal 46 UU No.23 Tahun 1997 tentang PLH. Penyidikan dilakukan oleh Gabungan PPNS-LH KLH dan babinkam Dit. Polair POLRI.
  6. PT. WAYATA KENCANA melakukan Pencemaran Lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Jl. Industri II No. 9 Tanjung Priok Jakarta Utara didakwa melanggar pasal 41(1) sub Pasal 43(1) Jo Pasal 46 UU No.23 tahun 1997 tentang PLH. Penyidikan dilakukan oleh gabungan PPNS-LH KLH dan Babinkam Dit. Polair POLRI.
  7. PT.Pacifis Paint melakukan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Jl. Industri I/1 Laksamana RE Martadinata Tanjung Priok Jakarta Utara. Didakwa melanggar Pasal 41(1), sub Pasal 43(1) Jo Pasal 46 UU no.23 tahun 1997 tentang PLH. Penyidikan dilakukan oleh gabungan PPNS-LH KLH dan babinkam Dit. Polair POLRI.
  8. PT. Bayu Bahari Santosa melakukan pencemaran Lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Jl. Industri II No. 3 Tanjung Priok Jakarta Utara. Didakwa melanggar pasal 41(1) sub Pasal 43(1) Jo Pasal 46 UU No.23 Tahun 1997 tentang PLH. Penyidik gabungan PPNS-LH KLH dan Babinkam Dit. Polair POLRI.
  9. PT. Sulung Bungsu Mandiri, melakukan pencemaran Lingkungan akibat pembuangan limbah B3 di Cilincing Tanjung Priok Jakarta Utara. Didakwa melanggar pasal 41(1), sub Pasal 43(1) Jo Pasal 46 UU No. 23 Tahun 1997 tentang PLH. Penyidikan dilakukan oleh gabungan PPNS-LH KLH dan babinkam Dit. Polair POLRI.

Demikianlah informasi yang dapat disampaikan.

Sumber :
Dasrul Chaniago
Asdep 2/V Urusan Penegakan Hukum Pidana dan Administrasi Lingkungan

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı