KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Siaran Pers

Jakarta, 21 Mei 2004 – Menanggapi kasus matinya ikan secara massal di perairan Ancol dan perairan Dadap, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan, Drs. Sudarijono, menyatakan bahwa ikan yang berasal dari perairan Teluk Jakarta dapat dikonsumsi. Namun agar lebih aman, bagian kepala dan isi perut harus dibuang. Untuk jenis kerang-kerangan sebaiknya tidak dikonsumsi sampai kualitas perairan laut Teluk Jakarta dipulihkan sesuai dengan Baku Mutu Air Laut yang telah ditetapkan pemerintah.

Setelah melakukan rapat koordinasi pada tanggal 17 Mei 2004 dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Laboratorium P2O-LIPI, Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan, BPLHD DKI Jakarta dan Balai Riset Perikanan Laut, disimpulkan bahwa kematian ikan secara massal yang terjadi di perairan Pantai Ancol dan Pantai Dadap disebabkan oleh:
– Meningkatnya kandungan Nitrat dan Phospat di perairan Teluk Jakarta mengakibatkan terjadinya eutrifikasi. Adanya eutrifikasi ini memicu terjadinya blooming plankton jenis tertentu, sehingga terjadi “oxygent depletionâ€Â? ( penurunan kadar oksigen dalam air).
– Penurunan kualitas air laut ini ditandai dengan naiknya kandungan N (Nitrat) dan P (Phospat) maupun parameter lainnya.
– Penurunan kualitas air laut yang diakibatkan oleh masuknya zat pencemar dari kegiatan di laut dan daratan.

Rapat koordinasi dihadiri oleh wakil dari Departemen Kelautan dan Perikanan, P2O LIPI, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Propinsi DKI Jakarta, Asdep Urusan Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan, Asdep Urusan Ekosistem Pesisir dan Laut, Asdep Urusan Penegakan Hukum dan Ahli Peneliti Utama Bidang Planktonologi, (pensiun P2O-LIPI) Bapak Djoko Prawato Praseno.

Agar kejadian kematian ikan secara massal tidak terulang lagi di perairan laut Teluk Jakarta, maka Kementerian Lingkungan Hidup menyarankan pemerintah DKI Jakarta sesuai dengan kewenangannya untuk mengambil langkah-langkah:
a. Melaksanakan Pengelolaan Pesisir dan Laut Secara Terpadu dengan benar dan konsisten serta meningkatkan kinerja Tim Koordinasi Pantai Bersih Laut Lestari yang telah dibentuk oleh Gubernur
b. Menghentikan terjadinya pencemaran dan kerusakan laut dengan melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan yang bersumber dari kegiatan di daratan maupun di laut
c. Merencanakan dan membangun instalasi pengolahan air limbah domestik secara terpadu dan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke laut
d. Melaksanakan program penaatan hukum lingkungan dengan melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan atau usaha yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta menertibkan ijin pembuangan air limbah
e. Melakukan penegakan hukum lingkungan secara terpadu dan konsisten baik terhadap kegiatan di daratan (al. industri, hotel, mall, rumah sakit) maupun kegiatan di laut (al. transportasi kapal, offshore, pembuangan limbah ke laut secara illegal) yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Drs. Sudarijono
Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan
Tel/Fax: (021) 858 0111