KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Keanekaragaman Hayati, Pembangunan dan Pengurangan Kemiskinan
Dalam Rangka Hari Kehati 22 Mei 2010 dan Tahun Internasional Keanekaragaman 2010

Keanekaragaman hayati merupakan seluruh keanekaan bentuk kehidupan di bumi ini yang meliputi tiga tingkatan yakni keanekaragaman ekosistem, spesies dan genetik beserta interaksi di antara mereka dan antara mereka dengan lingkungannya. Kepulauan Indonesia, sebagai kawasan tropis yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudera (Pasifik dan Hindia), memiliki kekayaan dan keunikan keanekaragaman hayati dengan interaksi yang kompleks sebagai hasil dari pertemuan lempeng Asia dan Australia. Oleh karena itu Indonesia merupakan salah satu wilayah mega biodiversity, yaitu kawasan geografis yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Keanekaragaman hayati sebagai salah satu sumber daya yang dimiliki Indonesia diakui telah memberikan kontribusi cukup besar sebagai modal pembangunan dan dapat menyumbang produk domestik bruto serta penyerapan tenaga kerja.

Keanekaragaman hayati Indonesia juga telah memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia lebih dari 6.000 spesies tanaman bunga (baik yang masih liar maupun yang telah dibudidaya) dimanfaatkan untuk keperluan bahan makanan, pakaian, perlindungan dan obat-obatan. Begitu juga dengan sumber daya hayati laut, hewan serta mikroba, sudah lama masyarakat mengenal dan memanfaatkan sumber daya hayati tersebut untuk keperluan hidupnya sehari-hari dalam pengobatan maupun proses pembuatan makanan.

Diperkirakan 40 juta penduduk Indonesia yang tinggal di perdesaan menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada keanekaragaman hayati yang ada di sekitar mereka. Sebagai contoh, keanekaragaman hayati ekosistem hutan menyediakan berbagai sumber baik “barang