KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Proses Ratifikasi Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas

Jakarta, 24 Januari 2011. Dengan terpilihnya Indonesia menjadi Chairman ASEAN pada tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta sektor-sektor terkait untuk bekerjasama dalam mempercepat proses Ratifikasi Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution) di Indonesai.  Dari seluruh anggota ASEAN hanya Indonesia yang belum meratifikasi perjanjian tersebut.

 

Dasar Persetujuan :

  1. Dasar persetujuan ini adalah Hanoi Plan of Action yang menginginkan dipeliharanya komitmen dan semangat kemitraan serta solidaritas yang telah menjadi tradisi di antara negara ASEAN untuk mencapai perdamaian, kemajuan dan kesejahteraan dalam wujud kerjasama pencegahan dan penanggulangan pencemaran asap lintas batas.
  2. Prinsip persetujuan ini adalah prinsip kedaulatan mengelola lingkungan secara berkelanjutan, kehati-hatian dalam mengantisipasi, mencegah, memantau dan menanggulangi dengan melibatkan semua pihak.
  3. Adanya persetujuan Kuala Lumpur tentang lingkungan dan Pembangunan yang diadopsi oleh para Menteri Lingkungan negara ASEAN pada 19 Juni 1990 yang menghimbau upaya harmonisasi pencegahan pencemaran lintas batas dan praktek penanggulangannya.

Tujuan Persetujuan:
Mencegah, memantau pencemaran asap lintas batas sebagai akibat dari kebakaran hutan dan atau lahan yang harus ditanggulangi melaui upaya nasional, regional dan internasional yang intensif.

Posisi Indonesia:

  1. Persetujuan ASEAN ditandatangani oleh 10 negara tanggal 10 Juni 2002 di Kuala Lumpur. Sejak tanggal 25 Nopember 2003 telah berlaku karena 6 negara telah meratifikasi. Pada tgl 24 April 2006, Kamboja selesai meratifikasi. Philipina meratifikasi pada 1 Pebruari 2010.
  2. Hingga saat ini, hanya Indonesia yang belum meratifikasi perjanjian ini. Oleh karena itu, Indonesia belum dapat menjadi negara pihak yang memiliki hak yang sama dengan negara lain yang telah meratifikasi.
  3. Indonesia merupakan negara penghasil asap paling besar diantara negara ASEAN lainnya. Pada tahun 1997 dan 1998 disebutkan bahwa asap yang terjadi berasalh dari negara ASEAN sehingga terjadi “penggurunan