KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 22 Juli 2014, Pada hari ini Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Arief Yuwono, MA, telah menginisiasi pertemuan pemaparan hasil pertemuan teknis Subsidiary Body on Scientific, Technical and Technological Advice (SBSTTA) Convention of Biological Diversity (CBD) ke 18 kepada para pemangku kepentingan terkait untuk dapat ditindaklanjuti serta untuk mempersiapkan posisi Indonesia pada pertemuan Conference of Party (COP) CBD ke-12 di Korea Selatan. Delegasi Indonesia dalam Pertemuan SBSSTA 18 yang diselenggarakan di Montreal Canada pada tanggal 23-28 Juni 2014 terdiri dari wakil KLH ( Asisten Deputi Keanekaragaman Hayati dan Pengendalian Kerusakan Lahan) dan  Kementerian Pertanian serta KBRI Ottawa.

Isu yang dibahas pada SBSSTA 18 adalah terkait a) review Global Biodiversity Outlook dan Global Strategy Plant Conservation, b) Marine and coastal biodiversity (pengasaman laut, pembuangan sampah), c) Invasive alien species, d) synthetic biology, e) mereformasi insentif yang berbahaya bagi keanekaragaman hayati, f) Pelaksanaan Program Kerja Intergovernmental Science-Policy Platform for Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) , dan g) isu lainnya antara lain Geoengineering terkait iklim; konservasi ekosistem dan restorasi; biofuel dan keanekaragaman hayati; Pemanfaatan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati: Kesehatan dan keanekaragaman hayati.

Sebagai tindak lanjut hasil  SBSTTA ke-18 perlu dipersiapkan posisi Indonesia pada COP CBD ke-12 khususnya untuk isu strategis seperti biologi sintetik dan biofuel dan Tata ruang laut (EBSA’s) serta menyampaikan Laporan Nasional ke-5 Pelaksanaan Konvensi Keanekaragaman Hayati Indonesia ke Sekretariat CBD sebagai dasar penyusunan Global Biodiversity Outlook ke-4;.

Selain rekomendasi atau rumusan hasil tersebut,  pertemuan SBSSTA telah meng “adopt” Prof .Dr Endang Sukara, Peneliti senior LIPI menjadi salah satu anggota Biro SBSTTA CBD. Manfaat bagi Indonesia dengan terpilihnya Prof. Dr Endang Sukara adalah dapat memberikan pertimbangan khusus terhadap isu yang akan diwacanakan dalam COP dan SBSSTA, sehingga kepentingan negara Asia dan Pasifik terkait keanekaragaman hayati dapat diakomodir khususnya bagi Indonesia.

Informasi lebih lanjut:
Ir. Arief Yuwono, MA,
Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan
dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 021-85904923,