KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Persiapan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau

Pekanbaru, 31 Januari hingga 1 Pebruari 2011. Dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Gusti M. Hatta, MS beserta para Deputi, Ir. Arief Yuwono, MA dan Drs. Sudariyono beserta jajarannya melakukan peninjauan kesiapan aparat dan masyarakat Kab. Bengkalis Riau. Permasalahan kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Provinsi Riau adalah akibat curah hujan rendah, lahan bergambut serta kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Sementara itu penanganan di tingkat lapangan berupa pencegahan belum efektif dan upaya penanggulangan masih menghadapi kendala seperti koordinasi, kapasitas regu pemadam dan Masyarakat Peduli Api (MPA), ketersediaan sarana dan prasarana serta pendanaan.

Dalam dialog dengan sekitar 100 orang perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis serta perwakilan instansi terkait setempat, Meneg LH menyampaikan perlunya semua pihak secara bersama-sama mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di daerah lahan bergambut ini. Upaya pencegahan ini sangat penting, mengingat jika kebakaran sudah melanda di lahan bergambut ini maka sangat sulit untuk memadamkan titik apinya. “Kementerian Lingkungan Hidup telah menetapkan bahwa Kabupaten Bengkalis akan menjadi pilot project penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pemilihan lokasi ini karena letaknya dekat dengan perbatasan Singapura dan Malaysia yang berpotensi pencemaran asap lintas batas, serta dengan telah terbentuknya embrio Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah dibina sejak awal