KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

d_poros.jpgPada tanggal 28 – 29 Maret 2007 di Wisma KAGAMA Yogyakarta telah diselenggarakan pertemuan LSM Mitra Kerja  KLH pelaksana kegiatan Program Warga Madani (Pemberdayaan Masyarakat) di daerah  Poros Tengah Pulau Jawa.  


Pertemuan ini dimaksudkan dalam rangka menindak lanjuti hasil pertemuan Kader Lingkungan Hidup Pedesaan regional Jawa pada tanggal 21-22 September 2006 tahun lalu di Yogyakarta. Tujuannya adalah: membangun aliansi jaringan LSM mitra kerja KLH  di daerah poros tengah P. Jawa (hulu DAS), memperkuat kapasitas LSM mitra kerja KLH untuk berinisiatif dan mandiri dalam memgembangkan dan melaksanakan kegiatan Program Warga Madani (Pemberdayaan Masyarakat) pedesaan di poros tengah P. Jawa, membangun kesepahaman diantara LSM mitra kerja KLH tentang strategi penguatan kapasitas kelembagaan  dan SDM kader LH, membangun dan melembagakan mekanisme kontrol sosial atas isu-isu lingkungan hidup di daerah poros tengah P. Jawa (hulu DAS). 

Peserta pertemuan adalah LSM – LSM yang pada tahun 2005 s.d 2006 menjadi mitra kerja KLH di daerah poros tengah P.Jawa (hulu DAS) dalam pelaksanaan kegiatan Program Warga Madani (Pemberdayaan Masyarakat) antara lain: Yayasan Rakhmatan Lil Alamin/RLA Bogor, DPKLTS Bandung, PSDA Watch Jakarta, SUPHEL Solo, LeSEHan Madiun,  Paramitra Malang  dan Alam Hijau Jember. 

Pertemuan ini, dibuka oleh Deputi Menteri Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan sharing dan klarifikasi beberapa nara sumber tentang daya dukung lingkungan P. Jawa, konstelasi konflik lahan di P. Jawa dan  pengalaman membangun jaringan kerja sama antar LSM ( DR.Ir. Hariadi Kartodiharjo Ketua DKN/Dosen IPB, Agus Tiana Ketua Serikat Petani Pasundan/SPP, Ir. Hery Santoso Ketua Javlec. 

Hasil diskusi nara sumber dengan LSM mitra kerja KLH menghasilkan beberapa catatan penting untuk dibahas dalam sidang pleno antara lain: perubahan daya dukung P. Jawa secara sosial dan ekologi serta munculnya konflik akibat pengabaian hukum alam dan perubahan konstruksi sosial. Hal lain yang menjadi catatan penting dalam membangun aliansi jaringan LSM mitra kerja KLH yang ber-orientasi gerakan, jaringan diarahkan pada pengembangan metode yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dan strategi gerakan jaringan bersifat strategis tidak pragmatis. Kemudian mekanisme kontrol sosial dalam jaringan tidak terjebak dalam “role trap