KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sejumlah 500 Kyai Dan Santri Hadiri Pertemuan Nasional  Kader Lingkungan Pondok Pesantren Dan Peluncuran Program Eco-Pesantren.
pesantren_lh.jpgTerjadinya krisis lingkungan dan bencana alam yang sangat luar biasa saat ini, sangat terkait dengan krisis kemanusiaan dan moralitas sosial, bahkan terjadinya bencana lingkungan tersebut lebih sebagai akibat ulah manusia dan tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup manusia yang konsumerism dan eksploitaisme yang tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan tapi lebih kepada untuk memenuhi keinginan, sehingga memicu terjadinya eksploitasi besar-besaran yang akhirnya mengganggu keseimbangan alam dan memicu terjadinya bencana ekologi.

Menyikapi persoalan besar yang multidimensional dan menyentuh hajat hidup orang banyak ini, maka sudah selayaknya para tokoh agama ikut memberikan kontribusi positif dalam mengatasi persoalan lingkungan. Para tokoh Agama dalam berbagai dakwahnya masih kurang menyinggung  masalah dunia ekologi (lingkungan hidup). Padahal permasalahan lingkungan sangat fundamental dalam kehidupan kita, kewajiban manusia untuk memakmurkan bumi adalah merupakan tugas utama dan amanah Allah yang dibebankan kepada manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini.

Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Rachmat Witoelar pada Pertemuan Nasional Kader Lingkungan Pondok Pesantren dan Peluncuran Program Eco-Pesantren, tanggal 5-6 Maret 2008 di Asrama Haji Pondok Gede yang dihadiri oleh 500 orang Kyai dan Santri perwakilan dari 125 Pondok Pesantren di Jawa dan Luar Jawa.

Pada bagian lain dari sambutanya Menteri Negara Lingkungan Hidup menyampaikan juga bahwa kehadiran Para Kyai dan Tokoh Pondok Pesantren pada pertemuan tersebut membawa nuansa positif, mengingat  Fatwa dan keberpihakan para Kyai terhadap upaya pelestarian lingkungan akan sangat membantu dalam menanamkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan. Hal tersebut diyakini karena peran para Kyai dan Tokoh Pondok Pesantren sebagai panutan masyarakat mempunyai pengaruh yang sangat luas terutama dalam merubah perilaku masyarakat kearah yang lebih ramah lingkungan.

Pondok Pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan berbasis Islam saat ini berjumlah lebih dari 17.000, tersebar di seluruh Indonesia,  memiliki keunikan dan banyak potensi, diantaranya mengakar pada masyarakat, sarana pendidikan yang relarif mapan, efektif sebagai pembina akhlak dan salah satu institusi ekonomi yang terpercaya. Bahkan tidak sedikit Pondok Pesantren yang berhasil memadukan konsep belajar dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sehingga  menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan Pondok Pesantren lain dalam mengembangkan berbagai kegiatan yang ramah lingkungan seperti yang dicontohkan oleh 10 Pondok Pesantren yang berhasil meraih penghargaan Kalpataru pada kurun waktu 1980-2007.

Melalui Program Eco-Pesantren diharapkan : 1.  Terjalinnya silaturahmi yang lebih erat diantara para Pimpinan Pondok Pesantren; 2.  Berkembangnya Jejaring kemitraan dan kerjasama diantara Para Kader Lingkungan Pondok Pesantren; 3. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai pusat pembelajaran dan Percontohan kegiatan ramah lingkungan bagi masyarakat sekitarnya, 4. Membangun komitmen komunitas Pondok Pesantren terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup, sehingga tidak hanya sekedar berwacana tetapi sudah pada tataran aplikatif dan mampu melakukan aksinyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang dihadapinya.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 2 hari ini selain dihadiri oleh 125 Pimpinan Pondok Pesantren juga dihadiri oleh beberapa Kyai ternama seperti : K.H Muzaki Syah, Pondok Pesantren Al- Qodiri, K.H. Panji, Pondok Pesantren An-Nuqayah, Guluk-Guluk Madura, K.H. Fuad Effendi, Pondok Pesantren Al Ittifaq Bandung, K.H. Thonthowi D. Musaddad, Pondok Pesantren Al-Wasilah Garut, K.H. Dr. Ali Mustafa Ya’kub, Ma’had Aaliy Luhur Sunnah Tangerang, Jawa Barat, Pimpinan Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, Pondok Pesantren Sunan Drajat,  Pimpinan Wahdah Islamiyah, Makassar, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Kalimantan Timur dan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.

Sumber:
Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
Telepon/Fax : (021) 859 112 11