KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

kader150padang.jpgSebanyak 200 undangan menghadiri pengukuhan 150 orang kader lingkungan yang dilaksanakan dalam rangkaian Revitalisasi Peran Penerima Anugerah Kalpataru di Kabupaten Sijunjung. Kegiatan ini berlangsung di Nagari Paru, Kabupaten Sijungjung, Propinsi Sumatera Barat tanggal 14 Mei 2008. Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Bupati (Yusril Arifin), unsur Muspida, sejumlah anggota DPRD Sijunjung, para Nini Mamak, dan kader lingkungan mewakili 46 nagari yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Sijunjung.

Pengukuhan ini dirangkaikan dengan  dialog interaktif, penanaman dan distribusi 1000 anakan gaharu, peresmian Kebun Bibit dan pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan. Kegiatan berlangsung di zona penyangga hutan Rimbo Larangan binaaan  masyarakat adat Nagari Paru. Keberhasilan menjaga  hutan rimbo melalui penerapan Peraturan Nagari (Perna) mengangkat komunitas ini mendapat apresiasi dari Pemerintah berupa penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Linggkungan tahun 2007.

Di Propinsi Sumatera Barat sendiri terdapat 6 orang atau kelompok penerima Kalpataru,  yaitu: Zamrisyah, kategori Perintis Lingkungan tahun 1983 dengan prestasi berupa teknologi pengairan; Adnan Sutan Malik, kategori Perintis Lingkungan tahun 1984 dengan prestasi rehabilitasi lingkungan; Sukirman, kategori Perintis Lingkungan tahun 1987 dengan prestasi pertanian ramah lingkungan; Muslim Lubis, kategori Perintis Lingkungan tahun 1994 dengan prestasi budidaya rotan; H. Raichul Amar, kategori Pembina Lingkungan tahun 2000 dengan presestasi penyuluhan lingkungan.

“Prestasi mereka tidak diragukan, sehingga sangat tepat jika mereka adalah pendamping, narasumber, pelatih penyuluh dan kader lingkungan yang baik. Karena itu, revitalisasi peran penerima Kalpataru penting guna diseminasi nilai dan pengetahuan sehingga ditiru, dijadikan model, dan diterapkan