KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

Pertemuan ini tidak hanya merupakan ajang silaturahmi antara Pondok Pesantren di kawasan cekungan bandung, tetapi juga menyatukan niat dan upaya untuk melestarikan dan mengelola lingkungan hidup di sekitarnya, hal ini penting mengingat kondisi Jawa Barat secara geografis termasuk daerah yang paling rawan (rentan) terhadap bencana alam. Contohnya pada tahun 2005 terjadi 47 kali bencana alam di Indonesia yang 80% dari bencana ini terjadi di Jawa Barat.

Tidak hanya itu baru-baru ini majalah New York Times memuat laporan bahwa sungai Citarum yang melintas di kawasan permukiman masyarakat jawa barat adalah sungai terkotor atau  terjorok di dunia.

 

Padahal kalau kita bicara masalah sungai berarti kita bicara masalah peradaban, karena sungai berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, kalau kita amati bahwa kotornya sungai citarum karena limbah domestik yang dibuang ke sungai tersebut, seperti sampah yang berasal dari rumah tangga.

Sementara itu para ahli menyampaikan kalau pencairan es di kutub utara meningkat, maka pada tahun 3050 Indonesia diperkirakan akan kehilangan 5.000 pulaunya, setiap menit kehilangan 6 ha hutan atau atau setara dengan Rp. 35 trilyun setahun lebih besar dari APBD Jawa barat yang hanya 22 trilyun, padahal pertambahan penduduk semakin meningkat, luas jawa barat misalnya yang hanya 3.7 juta ha saat ini dihuni oleh 44 juta penduduk.

Oleh karena itu diperlukan kader-kader lingkungan lebih banyak lagi untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat melalui jalur agama. Demikian antara lain yang disampaikan oleh Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja. Dipl.Eng, ME, M.Sc. Kepala BPLHD Jawa Barat dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan  Kader Peduli Lingkungan Pondok Pesantren  Cluster Bandung Raya  yang  dihadiri oleh 80 orang  Kyai dan Ustadz  perwakilan dari 30 Pondok Pesantren dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat, tanggal 11 Maret 2010 bertempat di Hotel Kampung Pa’go Ciwidey, Bandung.

Kegiatan yang diselenggarakan  kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup, dengan Yayasan Warga Peduli Lingkungan (WPL) ini, menghadirkan pemateri dari kalangan Birokrasi dan Praktisi Lingkungan seperti : 1. K.H. Thontwowi D. Musaddad, MA, dengan Judul materi “Kewajiban Manusia dalam Melestarikan Lingkungan berdasarkan Perspektif Islam, 2. Ir. Ria Ismaria Praktisi lingkungan dari Bandung dengan judul materi “Mengembangkan Jejaring dan Kemitraan dalam mewujudkan kawasan Pondok Pesantren Ramah Lingkungan, KNLH, BPLHD Provinsi Jawa Barat dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba usulan kegiatan ramah lingkungan pendukung Eco-Pesantren,  diberikan bibit pohon produktif dan copy CD Pengelolaan sampah organik di kebun karinda, (ws)

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan