KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur mencapai 208.657,74 Km2 dengan jumlah penduduk 3.164.800 jiwa,  saat ini mengalami permasalahan lingkungan yang kasat mata dan  terus semakin meningkat, sehingga perlu segera dibenahi antara lain : limbah domestik, persampahan, lahan kritis yang semakin meluas, kawasan pantai dan mangrove, Taman Nasional dan hutan lindung yang menjadi sasaran penjarahan hutan, reklamasi bekas tambang batubara dan emas yang tidak optimal, dll yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor, kebakaran hutan serta bencana lainnya yang dalam penanganannya memerlukan keterlibatan semua pihak termasuk komunitas pondok pesantren yang diharapkan menjadi pelopor dalam menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya serta mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan lingkungan hidup seperti halnya keseimbangan dalam hal dunia dan ukhrowi. Konsep keseimbangan duniawi yang bersentuhan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam dan ekosistem inilah yang akan membawa kemaslahatan bagi kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri. Demikian antara lain sambutan Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pengembangan dalam pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Kalimantan Timur Tahap III, dihadiri oleh  68 orang  Pimpinan Pondok Pesantren dan Ustadz  perwakilan dari 27 Pondok Pesantren dari 6 Kab/Kota (Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kab. Penajam Pasir Utara, Kab. Kutai Kertanegara, Kota Bontang dan Kab. Kutai Timur)  Provinsi  Kalimantan Timur,  pada tanggal 7 Oktober 2010   bertempat di Hotel M.J. Samarinda.

Sementara itu Ir. Bambang Widyantoro, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan  dalam Keynote Speechnya mewakili Deputi VI, antara lain menyampaikan  bahwa Pondok Pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya pelestarian lingkungan, karena disamping jumlahnya yang banyak, mengakar di tengah masyarakat juga merupakan tempat untuk menggali dan menjabarkan lebih luas tentang konsep lingkungan  yang banyak terdapat dalam kitab suci Al-Quran. Pandangan Islam tentang alam (lingkungan hidup) bersifat menyatu (holistic) dan saling berhubungan. Dalam Islam selain mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (Habluminallah) diajarkan juga bagaimana mengatur keselarasan dan keserasian hubungan antara manusia dengan sesama manusia (Hablum minannas) dan bagaimana mengatur keselarasan dan keserasian hubungan antara manusia dengan alam (Hablum minal alam). Keselarasan dan keserasian hubungan manusia dengan alam inilah yang belum banyak dikembangkan dan ini merupakan ladang baru bagi para Kyai untuk mengembangkannya. Pandangan hidup ini mencerminkan pandangan hidup yang holistik karena manusia merupakan bagian dari ekosistem tempat  hidupnya dan bukan berada di luarnya. Keterlibatan Pondok pesantren dalam upaya pelestarian lingkungan diharapkan menjadi garda terdepan untuk memberikan contoh dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya serta menjadikan Pondok Pesantren sebagai Pusat Pembelajaran kegiatan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan  atas kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan  Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur ini, menghadirkan pemateri dari : Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dengan judul materi Kewajiban manusia dalam melestarian alam sesuai dengan perspektif Islam dan dari STAIN Samarinda dengan judul materi Mengembangkan Jejaring dan kemitraan dalam mewujudkan Pondok Pesantren ramah lingkungan serta dari KNLH dan BLH Provinsi Kalimantan Timur.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba proposal penyediaan sarana fisik pendukung Eco-Pesantren, copy VCD Cara Pengolahan Sampah Organik di Kebun Karinda dan bibit Pohon buah.  (ws).

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan