KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pertambahan penduduk yang terus meningkat disertai dengan perubahan perilaku dan gaya hidup manusia yang sulit untuk mengendalikan keinginannya dalam berbagai hal, mulai dari pola konsumsi, kepemilikan benda, dll, menjadi pemicu utama terjadinya eksploitasi secara besar-besaran yang berdampak terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan, menurunnya kualitas lingkungan serta menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global.

Padahal pola hidup dan kegiatan ramah lingkungan sebenarnya sudah lama diterapkan di berbagai Pondok Pesantren, terutama di Pondok Pesantren yang telah meraih Penghargaan Kalpataru. Oleh karena itulah melalui Program Eco-Pesantren ini, diharapkan selain dapat menggugah kesadaran umat muslim untuk lebih memahami dan peduli terhadap kondisi lingkungannya juga menjadikan Pondok Pesantren sebagai pusat pembelajaran lingkungan bagi masyarakat, hal ini sangat dimungkinkan karena permasalahan lingkungan banyak dibahas dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Secara Khusus Para Pimpinan Pondok Pesantren diharapkan dapat melakukan pengkajian dan penjabaran mendalam untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits Nabi, seperti konsep Harim dan Hima yang sudah ada sejak jaman Rasulrullah.

Demikian disampaikan oleh Ir. Bambang Widyantoro dalam sambutan mewakili Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, pada pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader lingkungan Pondok Pesantren Cluster Sumatera Barat  Tahap III yang dihadiri oleh 75 orang  Buya dan Ustadz  perwakilan dari 30 Pondok Pesantren dari Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Solok, Kab. Limapuluh Koto dan Kab. Agam,  bertempat di Hotel Pangeran Beach tanggal 10 Mei 2010.

Sementara itu Kepala  BPLHD Provinsi Sumatera Barat dalam sambutannya antara lain menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  sangat menyambut baik Program Eco-Pesanten ini, karena pengembangan kebijakan pondok pesantren yang ramah lingkungan akan mengakomodir berbagai kegiatan ramah lingkungan di pondok pesantren dan mengajak masyarakat sekitarnya untuk berperilaku ramah lingkungan terutama dalam menyikapi kondisi alam Sumatera Barat yang berbukit dan  sangat rawan terjadinya bencana lingkungan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa di Sumatera Barat terdapat + 297 Pondok Pesantren, oleh karena itu  sangat tepat jika Pondok Pesantren dijadikan basis untuk melestarikan lingkungan karena selain keberadaan Pondok Pesantren yang mengakar di masyarakat juga didukung oleh adat dan budaya masyarakat Sumatera Barat yang sangat menghargai alam,  seperti tercermin dalam pepatah “Alam Takambang manjadi guru“, Adat basandi Sarak, sarak basandi kitabullah, serta Tiga Tungku Sajarangan yakni Ninik Mamak, Alim Ulama dan kaum Cadiek Pandai.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba usulan kegiatan ramah lingkungan pendukung Eco-Pesantren dan copy CD Pengelolaan sampah organik di kebun karinda, (ws)

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan