KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PETANI SEMARANG GARAP LAHAN KRITIS

Pada hari Sabtu, 18 Oktober 2003 masyarakat Dusun Gilisari, Kelurahan Purwosari, Mijen, Semarang boleh berlega hati. Pasalnya, lahan kritis bekas galian C yang semula terbengkelai kini diisi dengan tanaman obat dan beberapa tanaman penghijauan seperti jati super, sengon laut, dan durian. Tanaman obat tersebut berkat bantuan PT. Nyonya Meneer Semarang.

Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Arie DD Djoekardi MA menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada para ketua kelompok tani. Sementara itu DR. Charles Saerang, Direktur Utama PT. Nyonya Meneer menyerahkan bantuan bibit tanaman obat langsung kepada petani sebanyak 3,5 ton. Penyerahan dilakukan secara langsung di lokasi lahan kritis bekas galian C yang akan ditanami.

“Kami berterima kasih kepada PT Nyonya Meneer yang telah memberikan bibit tanaman obat-obatan seperti kunir, kunir putih, temu lawak dan temu giring” ujar salah satu petani penerima bantuan. Sementara itu, Deputi II MENLH mengaku salut terhadap kesadaran para petani yang secara sukarela berinisiatif memperbaiki lingkungan yang rusak. Secara terpisah Direktur Utama PT. Nyonya Meneer menyatakan bahwa bantuan itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan jamu terhadap pelestarian alam dan lingkungan. “Kami hanya merespon permintaan warga. Bibit yang kami berikan memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan” katanya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari progam Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dalam rangka “Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Kader Petani Peduli Lingkungan” yang telah dimulai pada Mei 2003 di kecamatan Mijen, Banyumanik dan Gunung Pati, Kota Semarang.