Petugas Kebersihan KLH Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah
Sebanyak kurang lebih 60-an peserta pelatihan yang terdiri dari petugas kebersihan kantor KLH, pengelola kantin KLH, dan perwakilan dari unit unit kerja KLH, mengikuti pelatihan pengelolaan sampah di kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Acara dilaksanakan dua hari Senin – Selasa 6 – 7 Februari 2012, dalam upaya penerapan program Eco Office, acara ini hasil kerjasama antara [...]
14 Feb 2012 08:15 WIB
Berita Terkait
- Peluncuran UU No. 10 dan 11 Tahun 2013 Tentang Pengesahan Konvensi Roterdam dan Nagoya sambut Hari KEHATI 2013
- Refleksi Pelaksanaan Moratorium Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut di Indonesia
- Pelatihan Pemantauan Kesehatan DAS CILIWUNG dengan Metode Biotilik
- Indonesia Berbagi pengalaman pada “The 2nd East Asia Low Carbon Growth Patnership Dialog”
- Hari Keanekaragaman Hayati – 22 Mei 2013
Sebanyak kurang lebih 60-an peserta pelatihan yang terdiri dari petugas kebersihan kantor KLH, pengelola kantin KLH, dan perwakilan dari unit unit kerja KLH, mengikuti pelatihan pengelolaan sampah di kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Acara dilaksanakan dua hari Senin – Selasa 6 – 7 Februari 2012, dalam upaya penerapan program Eco Office, acara ini hasil kerjasama antara Asdep Pengelolaan Sampah dengan Biro Umum KLH.
Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah dimulai dari petugas kebersihan kantor KLH dan pengelola kantin. Diharapkan pelatihan ini akan merubah paradigma untuk tidak hanya membuang sampah tetapi juga mengurangi sampah dari sumbernya, dan memandang sampah punya nilai guna dan manfaat sehingga tidak layak dibuang percuma.
Disamping itu rencananya Kantor KLH juga akan menerapkan Bank Sampah di lokasi kantor yang nasabahnya adalah pegawai dan seluruh pengelola kantin juga petugas kebersihan sebagai penanggungjawab sampah kantor KLH.
Tujuan daari bank sampah itu sendiri adalah mengurangi sampah di tingkat masyarakat karena kemampuannya yang menjadi bagian dari sistem rantai pengumpulan sampah yang terintegrasi. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat berkawan dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R di kalangan masyarakat tidak hanya ekonomi kerakyatan yang kuat, namun pembangunan lingkungan yang bersih dan hijau guna menciptakan masyarakat yang sehat.
Saat ini sudah ada 23 kota/kabupaten yang mengikuti program Bank Sampah dan terdapat 471 Bank Sampah.
Penulis; inung
- Lowongan
- Tautan
-
- Kuisioner Database Teknologi Ramah Lingkungan
- Instruksi Presiden Nomor 1 – Tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2013
- Permen LH Tentang Juknis Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Lingkungan Hidup 2013
- The ASEAN Centre for Biodiversity Invites ASEAN Nationals to Apply for The Position of Executive Director
- Daftar Kabupaten/Kota Yang Mendapat Lisensi Komisi Penilai AMDAL
- PENGUMUMAN: PELUANG MENJADI EVENT ORGANIZER




