KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

75 Orang Pimpinan Dan Pengurus  Pondok Pesantren Ikuti Sosialisasi Program Eco-Pesantren Dan Pembentukan Kader  Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Riau

RIAU_PESANTREN.jpgTerjadinya kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa sekarang ini tidak terlepas dari ulah kita sebagai manusia dan berbagai perilakunya. Oleh karena itu sangat tepat apabila upaya mengubah prilaku manusia  melalui peningkatan penyadaran, pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari institusi pendidikan agama islam yang juga berfungsi sebagai Pembina akhlak yakni Pondok Pesantren.

Para Kyai dan santri yang nantinya akan terjun ke masyarakat perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang kegiatan yang ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan contoh dan panutan bagi masyarakat, terutama dalam mengajak masyarakat untuk memakmurkan bumi yang merupakan tugas utama manusia sebagai kholifah di muka bumi ini. Demikian antara lain sambutan Kepala Bapedaldan Propinsi Riau dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren yang diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2008 di Pondok Pesantren Babussalam.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam, Ir. K.H. Ismail Royan dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren yang diselenggarakan pada tanggal 17 Mei 2008 ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Pondok Pesantren Babussalam, diikuti oleh 79 orang perwakilan dari 5 Pondok Pesantren di Riau dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian komunitas pondok pesantren terhadap permasalahan lingkungan dan menjadikan Pondok Pesanten sebagai pusat percontohan kegiatan ramah lingkungan.

Sosialisasi Program Eco Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Riau tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan Pemerintahan dan Praktisi Lingkungan seperti Dr. Lailatur Qadar dengan judul materi “Pengelolaan lingkungan secara Islami berdasarkan Hadits dan Fiqih