KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 31 Mei 2014. Pada hari ini di Pekan Lingkungan Hidup 2014, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Rally Eco-Driving. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dan manfaat Eco-Driving serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan praktek Eco-Driving atau Perilaku Mengemudi Ramah Lingkungan. Pada tahun ini peserta workshop berjumlah 150 orang dan diikuti oleh 100 mobil dalam Rally Eco Driving. Dengan memahami cara mengemudi yang ramah lingkungan, diharapkan terdapat potensi penghematan bahan bakar minimal 10%  dari setiap peserta Rally EcoDrive. Praktek Eco-Driving mengambil rute kombinasi jalan tol dan non tol yang ditempuh dalam waktu ± 60 menit diikuti dengan  pengukuran konsumsi bahan bakar. Start Rally dimulai di Parkir Timur Jakarta Selatan dan berakhir di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta Timur.

Dalam Sambutan Pembukaannya, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan KLH, MR. Karliansyah menyampaikan “Eco-Driving terbukti menurunkan konsumsi bahan bakar sekita 10–20 %, mengurangi tingkat pencemaran udara, merubah cara mengemudi menjadi lebih nyaman serta mengurangi kecelakaan lalulintas. Program ini mendukung penghematan/efisiensi penggunaan energi.” MR. Karliansyah menambahkan bahwa ”terkait hal tersebut, tema kegiatan eco-driving tahun ini adalah gunakan bahan bakar rendah sulfur. Tema ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat untuk menggunakan dan memilih bahan bakar yang rendah sulfur, atau singkatnya bahan bakar yang lebih bersih. Bahan bakar yang lebih bersih tersebut adalah bahan bakar yang non subsidi ataupun bahan bakar alternatif lainnya, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar biofuel.”

Dengan pengoperasian kendaraan yang lebih ramah lingkungan maka kerusakan komponen kendaraan dan biaya perawatan dapat diminimalkan secara signifikan. Pada akhirnya, setiap penerapan Eco-Driving secara konsisten akan mendapat keuntungan finansial bagi pelakunya. Program Eco-Driving telah dilaksanakan di beberapa negara Eropa sejak akhir tahun 80-an seperti negara Swiss dan Jerman yang telah sukses menerapkan program Eco-Driving. Bahkan penerapan kebijakan Eco-Driving di negara Swiss diklaim telah menghemat bahan bakar sebesar 1,9 juta liter per tahun. Keberhasilan dan manfaat Eco-Drive telah menjalar ke negara lain di Eropa dan benua lainnya. Bahkan di beberapa negara Eropa sertifikat Eco-Driving dijadikan salah satu persyaratan untuk memperoleh surat izin mengemudi.

Di Indonesia, pelatihan Eco-Driving di mulai tahun 2006 oleh Clean Air Project–Swisscontact, di Jakarta bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang memiliki armada kendaraan niaga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendemonstrasikan penghematan bahan bakar yang bisa diperoleh dari perubahan prilaku mengemudi biasa menjadi perilaku dan kebiasaan mengemudi ala Eco-Driving.

Lebih dari 1000 pengemudi truk, bus dan taxi telah mengikuti pelatihan Eco-Driving yang memperoleh potensi penghematan bahan bakar rata-rata sebesar 24%. Sedangkan hasil pemantauan yang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing perusahaan tersebut telah mencatat penghematan bahan bakar rata-rata 12%. Beberapa perusahaan otomatif juga pernah bekerjasama dengan lembaga pelatihan yang berhasil membukukan penghematan yang signifikan dari pelatihan Eco-Driving.

Workshop Eco-Driving pada Pekan Lingkungan Indonesia 2014 ini menyampaikan materi tentang (i) Sejarah dan contoh keberhasilannya Eco-Drivng, Manfaat teknis danekonomi, dampak kesehatan dan lingkungan (ii) Teknologi Kendaraan: Spesifikasi dan fungsi kendaraan, Karakter mesin dan transmisi manual dan automatic  (iii) Fundamental Eco-Driving (Golden Rule); Teknik Memindahkan gigi transmisi ke posisi lebih tinggi (shift up) lebih awal,menjaga kecepatan jelajah pada putaran mesin ekonomis, Antisipasi situasi lalulintas dan kondisi jalan (jarak aman).serta Tips & Trick Eco-Driving (Silver Rule). (Untuk informasi lebih lanjut: Deputi II MenLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, KLH  cq. Novrizal Tahar, Asdep Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak (PPUSB) KLH)

Aneka Lomba

Hari ini, sabtu, 31 Mei 2014 adalah hari terakhir untuk Lomba, Insinyur cilik untuk hari ketiga, Green Musik festival hari kedua dan lomba mengambar untuk klas 4 s/d 6 SD. Semua aneka lomba berakhir pada hari ini dan pengumuman pemenang akan diumumkan besok, Minggu, 1 Juni 2014.

Sedangkan besok (Minggu, 1 Juni 2014) akan diadakan acara Fun Walk melibatkan kurang lebih 500 orang baik dari lingkungan internal KLH maupun dari masyarakat dan sponsor. Acara jalan santai akan dimulai start dan finisnya di JCC Jakarta. Rencananya akan menyusuri jalan-jalan protokol di sekitar Istora Senayan, pada pukul 06.00 pagi. (Ry. Berbagai sumber).