KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Berbagai kasus kerusakan lingkungan yang terjadi baik dalam lingkup global maupun nasional, jika dicermati, sebenarnya berakar dari pandangan manusia tentang alam dan lingkungannya yang antropocentris dan materialisme. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam itulah yang mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan. Manusia merupakan penyebab utama kerusakan lingkungan dimuka bumi. Peningkatan jumlah penduduk dunia yang semakin besar, telah mengakibatkan terjadinya eksploitasi intensif (berlebihan) terhadap sumber daya alam yang akibatnya ikut memacu terjadinya kerusakan lingkungan terutama berupa degradasi lingkungan.

Saat ini kita dihadapkan pada masalah global warming yang membahayakan kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Beberapa fakta yang sudah terjadi akibat global warming seperti suhu bumi meningkat sebesar 0,7 C dalam 100 tahun, mencairnya es di kutub utara dan selatan, naiknya permukaan air laut, meningkatnya frekwensi bencana seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, meluasnya wabah penyakit, yang kesemuanya itu terjadi sebagai akibat dari  kerusakan lingkungan.

Oleh karena itulah kami merangkul Pondok Pesantren, karena kami paham bahwa dalam Islam kita diajarkan untuk hidup serasi dengan alam sekitar kita, dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT. Demikian disampaikan oleh Ir. Bambang Widyantoro dalam sambutan mewakili Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, pada pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader lingkungan Pondok Pesantren Cluster Lampung Tahap III yang dihadiri oleh 90 orang Kyai dan Ustadz dari 40 Pondok Pesantren di kawasan perkotaan Kab. Pringsewu, Kab. Lampung Tengah,  Kab. Lampung Utara, Kab. Lampung Timur, Kab. Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung dan Kab. Tulang Bawang, pada hari Selasa, 27 April  2010, di Hotel Grand Anugerah, Lampung.

Sementara Kepala  BPLHD Provinsi Lampung dalam sambutannya antara lain menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung  sangat menyambut baik Program Eco-Pesanten ini, karena pengembangan kebijakan pondok pesantren yang ramah lingkungan akan mengakomodir berbagai kegiatan ramah lingkungan di pondok pesantren secara baik, termasuk mendorong terwujudnya pengembangan kurilukum pendidikan lingkungan berbasis Islam, serta memberikan kesempatan bagi para ustadz untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inspiratif, inovatif, kreatif, rekreatif, menyenangkan dan membawa kemaslahatan bagi semua pihak. Disamping aspek penyediaan sarana dan prasarana fisik ramah lingkungan lainnya  yang tidak kalah pentingnya karena merupakan wujud dan pengaplikasian berbagai ayat dan hadits tentang lingkungan yang sangat banyak dibahas dalam Al-Qur’an.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa KLH sangat tepat menggandeng Pondok Pesantren untuk melestarikan lingkungan karena dinamika Pondok Pesantren diarahkan dalam rangka fungsionalisasi lembaga pendidikan sebagai salah satu pusat pembangunan masyarkat secara keseluruhan, dengan kedudukan dan fungsinya yang khas, Pondok pesantren menjadi alternatif wahana pembangunan yang berpusat pada masyarakat dan sekaligus pusat pengembangan yang berorientasi nilai.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba usulan kegiatan ramah lingkungan pendukung Eco-Pesantren dan copy CD Pengelolaan sampah organik di kebun karinda, (ws)

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan