KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

workshop_pops2.jpgPusarpedal – 25 Juli 2006. Pemantauan Persistent Organic Pollutant (POPs) tahun 2004 menunjukkan bahwa beberapa POPs terdeteksi di air sungai dengan kisaran konsentrasi antara 0.002-3.91 ppb, sedangkan di sedimen sungai antara 0.24-713 ppb dan di tanah pertanian antara 0.34 -1282 ppb. POPs yang terdeteksi umumnya adalah pp-DDT dan turunannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan POPs di sedimen dan tanah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di air sungai.

POPs merupakan bahan kimia yang mempunyai empat karakteristik utama yaitu persisten, bioakumulasi, transportasi global dan toksik

Meskipun penggunaan POPs sudah dilarang di Indonesia, namun karena sifat persistensinya, senyawa POPs tersebut masih dimungkinkan terdeteksi di lingkungan. Berdasarkan hasil pemantauan beberapa senyawa POPs (golongan pestisida organoklorin) yang dilakukan oleh Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (PUSARPEDAL) di beberapa lokasi di Indonesia menunjukkan bahwa beberapa senyawa POPs masih terdeteksi di lingkungan baik di air sungai, sedimen sungai dan juga di tanah pertanian.

Oleh sebab itu PUSARPEDAL pada tanggal 25 Juli 2006 mengadakan kegiatan workshop POPs yang diadakan di Ruang Rapat PUSARPEDAL-KLH Puspitek Serpong. Workshop ini bertujuan; (i) Memberikan informasi dan mensosialisasikan hasil pemantauan POPs di beberapa lokasi di Indonesia, (ii) Mendapatkan informasi tindak lanjut yang akan dilakukan pemerintah dalam penanganan masalah POPs, (iii) Sinkronisasi kegiatan yang terkait dengan penanganan POPs.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dari workshop adalah, dapat diperoleh sinkronisasi dalam pelaksanaan kegiatan pemantauan dengan upaya pengelolaan POPs yang telah ditetapkan. Peserta workshop dihadiri wakil dari instansi yang terkait dengan pengelolaan POPs dan instansi pengelolaan lingkungan, antara lain; Departemen Pertanian – Direktorat Pengawasan, Departemen Pertanian – Direktorat Pangan (Laboratorium Pengujian), Ketua Komisi Pestisida, Sekjen Departemen Pertanian, Perwakilan Komisi Pengawas Pupuk Pestisida Propinsi, Kota dan Kabupaten di Indonesia, Perwakilan Unifersitas, BPLHD dan Bapedalda Propinsi Tak lupa wakil dari organisasi NGO diwakili oleh WWF. Hasil workshop dapat dilihat dalam lampiran berita dibawah ini dalam bentuk pdf file.

 

Informasi Lebih Lanjut :

KEPALA PUSAT SARANA PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN (PUSARPEDAL)

Alamat Kantor: Pusarpedal Komplek Puspitek
Jl. Raya Serpong, Tangerang
Telp/Fax: 75872028
e-mail: halimah_s@menlh.go.id , am_soleh@menlh.go.id