KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Siaran Pers DepHut – Pergerakan tiga penyu hijau yang telah dilepas oleh Bupati KDH Berau, Kepala DKP Propinsi Kalimantan Timur dan Dirjen PHKA di Pulau Derawan, Kalimantan Timur pada tanggal 14 Juni 2006 dimonitor melalui satelit. Ke-3 penyu tersebut menjelajahi perairan dengan rute yang saling berbeda antara lain memasuki perairan Malaysia dan Filipina. Putri Berau adalah nama penyu yang telah dilepas oleh Bupati KDH Berau, Putri Derawan adalah nama penyu yang telah dilepas oleh Kepala DKP Prop. Kalimantan Timur, sedangkan Putri Hijau adalah nama penyu yang telah dilepas oleh Dirjen PHKA.

Saat ini posisi Penyu Putri Berau masih berada dan berputar-putar di sekitar perairan Indonesia, dimana diperkirakan masih ingin bertelur lagi di kepulauan Derawan. Sampai dengan tanggal 6 Juli 2006, Putri Berau telah melakukan perjalanan sejauh 43 km. Putri Derawan telah jauh memasuki perairan Filipina Selatan dan diperkirakan sempat bertelur di pantai salah satu pulau di negara tersebut. Sampai dengan tanggal 6 Juli 2006, Putri Derawan telah melakukan perjalanan sejauh 592 km. Sedangkan Putri Hijau sudah memasuki wilayah Malaysia. Sampai dengan tanggal 6 Juli 2006, Putri Hijau telah melakukan perjalanan sejauh 500 km.
 

Berdasarkan pengamatan Satellite Tracking, dapat disimpulkan bahwa populasi penyu hijau yang bertelur di kabupaten Berau merupakan populasi bersama (sharing population) antara penyu hijau yang hidup di Malaysia, Filipina dan Indonesia atau termasuk dalam Sulu Sulawesi Marine Ecoregiom (SSME). Pergerakan ketiga penyu tersebut akan terus dipantau selam 3 bulan sejak dilepas melalui satelit, dan pergerakannya dapat dipantau melalui akses