KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

ppebaliKerusakan lingkungan hidup yang terjadi saat ini masih mengakibatkan kerugian bagi perikehidupan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi namun juga hingga merenggut jiwa manusia. Upaya mengurangi laju kerusakan lingkungan dan pemulihan kualitas lingkungan terus dilakukan tidak saja oleh pemerintah namun dilakukan pula oleh semua elemen masyarakat. Untuk mengetahui tingkat pencapaian upaya-upaya tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2009 mulai mengembangkan alat ukur sederhana yang disebut dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Pada tahun 2013, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berada pada peringkat ke 16 Nasional dengan indeks 66,97 (kategori cukup). Hal mendasar dari komponen IKLH di NTB adalah adanya penurunan indeks dari komponen tutupan hutan/vegetasi Hutan.

Sejalan dengan itu, peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2014 (HMPI) yang jatuh tanggal 28 November dan Bulan Menanam Nasional (BMN) bulan Desember, hendaknya dijadikan momentum kebangkitan memperbaiki IKLH, salah satunya melalui penghijauan. Demikian inti sambutan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali-Nusatenggara saat memberikan sambutan dalam kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang berlangsung di kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL), Jumat 28 November 2014. Disampaikan juga bahwa rangkaian kegiatan ini meliputi :

1. Sosialisasi Infrastruktur Hijau, khususnya Lubang Resapan Bio Pori di 3 (tiga) Kabupaten di Propinsi NTB ( Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur).
2. Kegiatan Workshop gerakan penghijauan & lubang resapan Biopori di Mataram yang sudah dilakukan sehari sebelumnya. Kegiatan Workshop, tersebut menghadirkan narasumber TGH Hasnain Zuwaini, dari Pondok Pesantren Nurul Haramaian, yang berbagi pengalaman sukses beliau dalam melakukan rehabilitasi lahan kering, hingga beliau mendapatkan pengakuan internasional berupa penghargaan Ramon Magsasay Award. Pemapar yang lain yaitu Abah Djatnika Nangamihardja, memberikan materi mengenai konservasi dan budidaya bambu. Selanjutnya Ketut Teron, melalui Teknologi penanaman di lahan kritis dan iklim kering, dan Prof. Kamir R. Brata, pencetus Lubang Resapan Bio Pori. Adapun audien berjumlah ± 200 orang yang umumnya berasal dari kalangan pondok pesantren dan sekolah-sekolah. Diskusi berlangsung sangat menarik, dimana audien yang umumnya dari kalangan pesantren dan sekolah tertarik dengan tehnologi sederhana berkaitan masalah penanaman pohon.

Pada kesempatan yang lain pada acara penghijauan di Bandara Internasional Lombok, Gubernur NTB TGM Zainul Majdi yang berkenan hadir dengan mengendarai sepeda dari komplek kantor gubernur di Mataram, dalam sambutannya mengatakan bahwa, menanam pohon termasuk dalam ajaran agama. Menanam pohon juga salah satu bentuk kearifan tertinggi dalam budaya kehidupan manusia. Ditambahkan bahwa, orang yang menyebar benih sama artinya dengan orang yang berinfak sesuai dengan ajaran agama. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk memajukan dan memuliakan peradaban dengan gemar menanam dan terus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan penghijauan yang menerapkan inovasi sederhana dengan sabut kelapa ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPE Bali- Nusatenggara), jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, PKK, BKOW NTB, Angkasa Pura, jajaran TNI/Polri, Para Santri/Santriwati dari Pondok Pesantren se Pulau Lombok dan masyarakat sekitar kawasan BIL. Inovasi dengan sabut kelapa mulai dikenalkan sebagai upaya mengurangi tingkat penguapan sehingga kelembaban tanah tetap terjaga, sehingga ketika musim kemarau tiba, bibit pohon yang ditanam tidak kekurangan air. Jenis pohon yang ditanam meliputi trembesi, ketapang, gamelina. Penanaman dimulai secara serentak pukul 07.00 WITA di areal masuk BIL. Saat dilakukan penanaman pohon, Gubernur didampingi Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusra serta pejabat lokal lainnya. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 2000 anak-anak pesantren dari seluruh Pulau Lombok, dengan target menghijaukan 20 Ha Kawasan Bandara International Lombok. Rangkaian kegiatan ini dilanjutkan dengan kegiatan penghijauan yang dilakukan di Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, pada hari Sabtu, tanggal 29 November 2014.