KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KLH-Bapedalda Gelar Diklat. Palu Salah satu faktor penyebab terjadinya degradasi potensi sumber daya alam dan kondisi lingkungan hidup di Sulteng karena lemahnya sistem pengawasan. Kelemahan itu terletak pada dukungan jumlah dan kualitas aparat pengawas, sarana dan prasarana, serta dukungan pembiayaan yang tersedia. Apabila dikaitkan dengan lausnya wilayah persebaran potensi sumber daya alam serta sulitnya kondisi medan yang harus diawasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Bapedalda Sulteng, Drs. H. Said Awad MH pada pembukaan pendidikan dan latihan (diklat) pejabat pengawas lingkungan hidup daerah (PPLHD) di Hotel Rama, kemarin (19/6). Berdasarkan standar nasional, untuk satu wilyaah provinsi dengan 10 kabupaten/kota seperti Sulteng dibutuhkan minimal 55 orang PPLHD. Sedangkan tenaga yang tersedia saat ini baru berjumlah tiga orang. Dibutuhkan tambahan tenaga pengawas sebanyak 52 orang lain.

Sebab itu, Said sangat memberi apresiasi atas kesempatan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup yang melaksanakan diklat di daerah ini. Diklat yang dibuka kemarin akan berlangusng hingga 24 Juni 2006 yang diikuti peserta 10 kabupaten/kota/provinsi dan utusan dari kabupaten Bitung, kabupaten Pohuwato, dan PPLH Regional Samapua
Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Samapua, Ir. Ilyas Asaad MP mengatakan pengawasan lingkungan hidup bertujuan memantau, mengevaluasi dan menetapkan status ketaatan penanggung-jawab usaha kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan perizinan di bidang lingkungan lingkungan. Termasuk kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tercantum dalam RKL dan RPL.

Sementara Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas KLH, Ir. Isa Karmisa Ardiputra dalam sambutan pembukaan mengatakan tujuan diklat PPLH adalah meningkatkan penegtahuan dan ketrampilan serta kemampuan dalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan lingkungan hidup. Dengan demikian para calon PPLHD dapat memahami pengawasan yang benar sehingga mengetahui kaitan antara sumber pencemar dan dampak dari pencemaran.

Para peserta diklat yang lulus rencananya akan dilantik Gubernur HB Palidju bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang akan dilaksanakan 29 Juni 2006 di desa Pakuli-Donggala. Menneg Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar dijadwalkan hadir dalam acara tersebut yang akan dirangkaikan dengan dialog interaktif dan penanaman tanaman penghijauan serta pelepasan satu `endemik maleo. (mat)

Sumber informasi :
Harian Umum Sulawesi Tengah
Radar Sulteng, Selasa 20 Juni 2006