KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hari Senin (12/11) sore Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin Ratas (Rapat Terbatas) Kabinet, untuk mempersiapkan Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim atau Climate Change. Dalam Ratas dibahas mengenai sejauh mana persiapan yang telah dilakukan oleh panitia penyelenggara, dan dilaporkan kepada Presiden.

Nusa Dua Bali
: "Persiapan fisik maupun persiapan substansi, keduanya sedang disiapkan. Kami melaporkan kepada Presiden dan Wapres bahwa kami siap melaksanakan konferensi ini. Semua masih dalam tahap pengerjaan, on track dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie kepada wartawan, usai mengikuti Ratas yang berlangsung di Nusantara Hall, BICC, Nusa Dua, Bali.

Meneg LH Rahmat Witoelar menambahkan, mengenai substansi yang sedang dipersiapkan adalah bagaimana posisi Indonesia dalam khasanah lingkungan hidup dan perubahan iklim ini."Karena kita mesti mempersiapkan bahwa perubahan iklim ini tidak merusak kehidupan kita. Rencana itu siap dan menjadi pegangan bagi para negosiator kita dalam konferensi ini," kata Rahmat.

Persiapan yang dilakukan Indonesia, menurut Menko Kesra, adalah apa yang ingin kita capai sebagai penyelenggara."Harapan dari seluruh dunia bagaimana kita bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada, dan bagaimana kita bisa menghasilkan sebuah permulaan untuk sebuah konsensus bersama. Posisi Indonesia sebagai negara berkembang butuh self development tanpa mencederai masalah lingkungan. Masalah perundingan ke depan di dalam menyelesaikan masalah pembangunan kita, tidak mencederai lingkungan, tapi berjalan bersama," kata Aburizal.

Selain Wapres Jusuf Kalla, Ratas juga diikuti oleh hampir semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu, juga Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Kapolri Jend.Pol.Sutanto, serta dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Sumber:
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2007/11/12/2411.html