KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sang Menteri Merangkap Presiden dan Guru Besar
rachmat_koran.jpgMenuliskan nama Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rchmat Witoelar lengkap dengan gelar dan jabatan tampak semakin memerlukan kecermatan, Maklum, dari waktu ke waktu jabatan yang ia sandang semakin banyak. Setahun silam, pada pertemuan Antar Bangsa tentang Perubahan Iklim ia ditetapkan menjadi "President of Confrence Of Parties (COP) 13 UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change)". Jabatan ini tentu baru berakhir pada saat COP 14 UNFCCC digelar.

Tak lama kemudian, Rachmat Witoelar ditetapkan menjadi Guru Besar Luar Biasa dalam bidang Perubahan Iklim oleh salah satu perguruan tinggi bergengsi di Austaralia. Selaku guru besar ia meraih gelar guru ia meraih gelar Professor Honory. Dalam COP 9 Basel Convension yang digelar 23 – 27 Juni di Nusa Bali, ia akan ditetapkan pula menjadi "President of COP 9 Basel Convention," dan jabatan ini akan ia pangku hingga terselenggaranya COP 10 Basel Convention dua tahun mendatang.

Lantas, bagaimana ia menjalankan fungsi yang seabrek-abrek itu? Jawabnya tentu dengan mengatur waktu sebaik mungkin. Lagi pula, fungsi President lebih pada aspek strategis karena tugas operasional bisa dikerjakan oleh sekretaris Jendral. Sebagai Preident of COP 13 UNFCCC, Rachmat Witoelar tentu punya kantor di markas UNFCCC di Kota Bonn Jerman. Sementara selaku President of COP 9 Basel Convention, ia berkantor di kota Basel Swiss. Sedangkan sebagai guru besar, Rachmat juga punya ruang kantor di salah satu universitas di Australia. Namun, yang paling diketahui publik tentu gedung kantornya selaku Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, yang terletak di Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur.

Meski tugas selaku president dan menteri, cukup menyita waktu, namun ia tidak melupakan fungsinya sebagai guru besar dalam bidang perubahan iklim. "Saya rutin memberikan kuliah di Australia, dan tidak menggangu alokasi waktu untuk tugas-tugas negara," kata Rachmat Witoelar kepada wartawan beberapa waktu lampau. Bahkan, belakangan ia semakin sering memberikan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi di dalam negeri.

Itulah segudang aktivitas menteri kelahiran Tasikmalaya, Rachmat Witoelar, yang kalau ditulis lengkap adalah Mr. President of COP 13 UNFCCC and President of COP 9 Basel Convention, Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Guru Besar Prifessor (Honorary), Ir. Rachmat Witoelar. (Paulus Londo)

Sumber
Surya Pagi
Hal 16/23-29 Juni 2008