KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Rachmat Witoelar, di hadapan peserta Rapat Koordinasi Regional Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapapua) yang terdiri dari 10 Bapedalda provinsi, pekan lalu mengatakan bahwa kualitas lingkungan hidup di wilayah ini masih jauh dari impian. Hal ini menurutnya dari hasil penilaian KLH, masih terdapat industri yang memperoleh peringkat hitam dan merah.

Di samping itu, semakin banyak keluhan masyarakat Sumapapua tentang pencemaran dan perusakan lingkungan yang disebabkan oleh industri perkebunan kelapa sawit dan pertambangan. Kerusakan lain yang juga sangat memprihatinkan antara lain pendangkalan sungai dan danau di wilayah ini serta kerusakan yang terjadi di banyak wilayah pesisir seperti teluk Bone, teluk Tomini, Bintuni, Palu, Kendari Kao dan kerusakan terumbu karang serta hutan mangrove.

Rachmat yang juga adalah Guru Besar Grifith University Australia almamater Kevin Rud, Perdana Menteri Australia sekarang ini, juga mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim global telah melanda dunia termasuk Indonesia. Dampak itu, diantaranya kekeringan yang mengakibatkan Puso puluhan ribu lahan pertanian, eskalasi banjir dan hilangnya pulau-pulau kecil di Indonesia.

Untuk menyikapi dampak tersebut, katanya telah dibentuk Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) di tingkat pusat dan selanjutnya akan dilakukan di daerah dengan bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Response terhadap berbagai isu lingkungan yang ada diperlukan peningkatan jejaring berbagai pihak antara lain memperkuat pemahaman bersama tentang pengelolaan lingkungan, sinkronisasi dan penyelarasan program, meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang diintegrasikan dengan peningkatan kapasitas daerah, penataan dan penegakan hukum lingkungan serta efisiensi dan efektifitas penggunaan dana pengelolaan lingkungan dan memadukannya dalam suatu gerakan yang besar.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan DR Sjahrul Yasin Limpo, menteri memberikan apresiasi terhadap program “Sulsel Go Green