KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Rachmat Witoelar memastikan akan menggugat sejumlah perusahaan yang mencemari lingkungan. “Sekarang ada dua perusahaan yang akan segera digugat ke pengadilan. Saya sudah menandatangani surat kuasa khusus untuk gugatan perdata, “tegas Rachmat Witoelar kepada wartawan, seraya menunjuk ke beberapa map di atas meja.


Paling lambat , bulan Desember gugatan itu sudah diserahkan ke pengadilan. “Sekarang masih perlu dilengkapi dengan sejumlah dokumen termasuk hasil uji laboratorium, “kata dia.

Meskipun demikian, Rachmat Witoelar masih enggan menyebutkan nama perusahaan yang akan digugat itu. “Tunggu saja setelah gugatan masuk ke pengadilan. Namun Deputi Menneg LH bidang Penataan Lingkungan, Ilyas Asaad menyebutkan dua perusahaan yang akan digugat satu perusahaan peserta-peserta program proper dan satu lagi non-proper. Yang peserta program proper (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) tentu yang masuk peringkat hitam.

Menteri Rachmat Witoelar sebenarnya sudah berkali-kali mengutarakan niat kementerian yang dipimpinnya hendak memperkarakan perusahaan pencemar lingkungan ke pengadilan. Bahkan, perusahaan pencemar lingkungan ke pengadilan. Bahkan, perusahaan yang sedang dibidik tak kurang dari 13 perusahaan, termasuk perusahaan milik negara.

Menurut beberapa kalangan, langkah Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) ini patut didukung. Namun seyogyanya tidak terbatas gugatan perdata, tapi juga mesti “dipidanakan