KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Keunikan adalah the only one of its kind. Profil lima  local hero dengan keunikannya masing-masing dari berbagai penjuru Indonesia,  yang telah menunjukkan sinergi dengan perusahaan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan.
Inilah lima profil Local Hero yang terpilih untuk tampil dalam talkshow yang dipandu oleh Andy F. Noya dimana aksi nyata kepedulian para Local Heroes tercantum dalam Buku  “A Journey to GOLD, Mencapai PROPER Emas, menyemai kebajikan, Melindungi lingkungan”.

  1. Surono, Petani, Laki-laki, 32 tahun. Mendukung ketahanan pangan melalui penerapan pertanian organik (Padi SRI). Setelah mendapatkan pembelajaran pertanian ramah lingkungan pada tahun 2009 serta dukungan dari PT. Medco E&P untuk training for trainers, Surono berhasil menjadi contoh dan membina puluhan petani lainnya untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan.  Sebanyak 33 petani dari Parit 9, Desa Teluk Betung yang terbagi kedalam 3 kelompok tani telah berhasil menerapkan padi SRI secara mandiri. Peningkatan hasil panen dari 3 ton menjadi 8 ton perhektar dan frekuensi tanam dari 1 kali menjadi 2 kali pertahun, pendapatan masyarakat meningkat dariRp 10.500.000 menjadi Rp 36.000.000 per hektar sawah (tanpa memperhitungkan  ongkos produksi/pendapatan bruto) merupakan salah satu keberhasilannya.
  2. Uswatun Hasanah, Pengrajin batik tulis,  Perempuan, 33 tahun. Pengrajin batik yang menerapkan produksi bersih serta pelestari motif batik Ciwaringin yang hampir punah. Melalui dukungan program CSR PT Indocement Tunggal  Prakarsa Tbk. Unit Palimanan – Cirebon sejak tahun 2010, Uswatun mampu menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk membatik, kemudian hasil produksinya ditampung melalui UKM Sekar Batik serta mendapatkan hak paten motif batik tulis Ciwaringin. Sebanyak 150 orang pengrajin mampu diberdayakan hingga mandiri melalui 3 UKM yang dibinanya serta membentuk Koperasi Batik Ciwaringin pada awal 2013. Berdasarkan hasil evaluasi pendamping UKM oleh Imbang Daya Cipta terjadi peningkatan pendapatan sebesar 22%.
  3. Dayat Hidayat, Petani, 41 tahun, Laki-laki.  Inisiator/Motor penggerak Jaringan Masyarakat Koridor (Jarmaskor) yang melakukan restorasi Hutan Koridor Halimun – Salak (KHS), pemberdayaan ekonomi lokal dan menjaga ketahanan pangan organik. KHS merupakan bagian Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang menghubungkan  ekosistem Gunung Halimun – Gunung Salak.  Melalui Program Prakarsa Lintasan Hijau (Green Corridor Initiative, GCI) yang diinisiasi Chevron, kepemimpinan Dayat sebagai fasilitator dengan masyarakat terbukti dengan keberhasilan menanam kembali tanaman hutan seluas 50 ha atau sekitar 25.000 pohon selama  musim tanam tahun 2012-2013. Disamping itu Jarmaskor juga telah menginisasi hutan rakyat, berupa kegiatan menanam tanaman bernilai ekonomi di area masyarakat atau lahan tidak produktif yang berada diluar kawasan konservasi (TNGHS). Masyarakat telah mengembangkan kegiatan ini pada lahan 10 hektar yang ditanami 10.000 pohon, diikuti praktik pertanian non-pestisida, dan pada 2008, Jarmaskor mengembangkan pertanian, perikanan dan usaha kecil yang mengolah produk lanjutan dari hasil pertanian menjadi makanan ringan.  Sekitar 75 orang anggota Jarmaskor melalui keanggotaan Koperasi Jarmaskor Sejahtera sudah merasakan manfaat dari program penguatan dan pemberdayaan masyarakat. Aset Koperasi yang dimiliki telah meningkat sekitar 200 juta rupiah dalam waktu kurang lebih 1 tahun. Selain itu, selama program penanaman (restorasi) berlangsung setiap anggota yang terlibat setidaknya memperoleh pendapatan sekurang-kurangnya Rp 600.000.
  4. Isam Samsudin, Wirausaha,  Laki-laki, 37 Tahun. Mengembangkan dan melestarikan  warisan budaya Garut – sutera Garut – dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Isam merupakan salah satu pengusaha UKM binaan Pertamina yang berhasil memberdayakan masyarakat di sekitarnya serta meningkatkan perekonomian local.  Dengan dukungan Pertamina yang memberikan fasilitas permodalan, alat usaha, pelatihan, dan pendampingan secara intensif kepada mitra binaan,  Isam yang semula sebagai pekerja kini bermetamorfosis menjadi pengusaha yang sudah memiliki 27 unit  tenun serta mempekerjakan 40 orang. Penghasilannya meningkat dari 1.5 juta perbulan menjadi hampir  200 juta. Isam Samsudin menjadi salah satu perantara pendistribusian alokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar yang tepat sasaran serta menjadi salah satu tokoh kunci yang mampu menggerakkan masyarakat secara mandiri.
  5. Ibu Tjihtjih Rukaesih, PNS, Usia 72 tahun, Tokoh Pendidikan. Pendiri PKB-Annur. Merupakan tokoh pendidikan, beliau memberikan insprirasi bagi para guru lainnya. Beliau bekerjasama dengan Pertamina Geothermal Energy mendirikan sekolah PKBM-Annur di desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Beliau merupakan pribadi istimewa yang mampu memadukan potensi siswa bahkan para lansia dengan penyesuaian kondisi lingkungan setempat melalui pengembangan memadukan program life skill dan pendidikan. Beliau telah mendapatkan penghargaan nasional, dari Kementrian Pendidikan, bahkan mendapatkan penghargaan pengentasan buta aksara dari UNESCO
  6. Arif Rahman, PNS, Laki-laki, 36 Tahun. Pengusaha madu “Tiga Wanyi” dari Tabalong-Kalimantan Selatan. Untuk memproduksi serta menjaga kualitas madu Tiga Wanyi Arif mengambil madu dari sarang lebah wanyi yang hanya hidup di pohon Jejamu, Kusi, Wilas, dan Gagala yang tinggi dan kini hanya terdapat di pedalaman Hutan Meratus dan Tanahon, Kab. Tabalong sehingga tidak dapat diproduksi sepanjang tahun. Kesamaan visi menjaga kualitas lingkungan, dan keinginan memperbaiki ekonomi mempersatukan 30-40 para pengumpul madu untuk memasok hasil madunya  melalui UD Madu Tiga Wanyi. Dari hasil penjualan madu UD Madu TIga Wanyi memperoleh 30% sedangkan 70% dibagikan kepada para pengumpul madu. Dengan dukungan PT. Adaro yang memberikan stimulant pendanaan, pengadaan teknologi evaporator (alat pengurang kadar air pada madu), pelatihan, pembangunan display bagi UD. Madu Tiga Wanyi serta pengembangan jejaring pemasaran baik secara konvensional ataupun online semakin mengukuhkan madu Tiga Wanyi sebagai ciri khas daerah Tabalong.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Karliansyah, Deputi MenLH bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Telp/fax: 021 8580107,
email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id