Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (RANTAI EMAS)

Tangerang, 27 Juni 2012. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali melakukan Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (RANTAI EMAS) dengan rehabilitasi dan penanaman mangrove di Kampung Garapan, RT.005/RW 06, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang. KLH melaksanakan program aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (Rantai Emas) mulai tahun 2011 dan pemberdayaan masyarakat [...]

27 Jun 2012 08:38 WIB

Tangerang, 27 Juni 2012. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali melakukan Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (RANTAI EMAS) dengan rehabilitasi dan penanaman mangrove di Kampung Garapan, RT.005/RW 06, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang.

KLH melaksanakan program aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (Rantai Emas) mulai tahun 2011 dan pemberdayaan masyarakat pesisir salah satunya kelompok ibu-ibu di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga. Penananaman pertama telah dilakukan pada tahun 2011 dan sebagai kelanjutannya 2012 dilakukan penanaman kembali oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, PerwakilanBupatiTangerang, dananggotaSolidaritasIstriKabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Tujuan RANTAI EMAS adalah memulihkan dan meningkatkan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut secara berkesinambungan, serta meningkatkan ekonomi dan peran serta masyarakat pesisir. Dalam upaya pengendalian kerusakan lingkungan pesisir dan laut, KLH berusaha mengembalikan dan memanfaatkan kembali lahan tambak yang rusak dengan perbaikan secara ekologis melalui rehabilitasi pantai dengan penanaman mangrove. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama dari lahan tambak sebagai habitat bagi kehidupan berbagai biota di dalamnya serta mengembalikan fungsi kawasan pantai bermangrove untu kmenahan abrasi dan gelombang laut.

Program Rantai Emas ini diharapkan bisa memulihkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus memperbaiki perekonomian warga karena rehabilitasi lingkungan seyogyanya juga ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakatsehingga terdapat korelasi kemiskinan dengan kerusakan lingkungan. Dengan ekosistem mangrove yang tetap terjaga, ekosistem akan baik dan akan menjadi tempat bertumbuh berbagai biota seperti ikan dan udang yang bernilai ekonomi tinggi.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir serta kebutuhan lahan untuk berbagai peruntukan (pemukiman, perikanan dan tambatan perahu) menyebabkan tekanan ekologis terhadap ekosistem pesisir khususnya ekosistem mangrove semakin meningkat pula.  Meningkatnya tekanan ini tentunya berdampak terhadap rusaknya ekosistem mangrove baik secara langsung (misalnya melalui kegiatan penebangan atau konversi lahan) maupun secara tidak langsung (misalnya melalui pencemaran oleh limbah berbagai kegiatan pembangunan).

Peningkatan kerusakan lingkungan pesisir (mangrove) berdampak pula terhadap peningkatan laju abrasi dan erosi di wilayah pesisir, yang pada akhirnya mengakibatkan perubahan garis pantai.  Selain itu juga secara ekologi akan berpengaruh terhadap ketersediaan sumberdaya yang pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kerusakan hutan mangrove turut menjadi penyebab pemiskinan warga di pesisir. Mereka yang menggantungkan hidup dari alam semakin kesulitan menangkap ikan karena ekosistem mangrove sebagai tempat biota bertumbuh, telah dikonversi menjadi tambak.

Dampak dari kerusakan hutan mangrove paling dirasakan oleh masyarakat yang mendiami wilayah pesisir sekitar hutan mangrove.  Untuk melestarikannya maka diperlukan peran serta masyarakat yang berada di sekitar hutan mangrove untuk turut berpartisipasi dalam upaya-upaya perlindungan dan pelestarian hutan mangrove.  Upaya peningkatan penyadaran masyarakat sangat mutlak diperlukan dan diharapkan adanya inisiasi dari masyarakat untuk melindungi dan melestarikan hutan mangrove.  Guna mendukung upaya tersebut maka masyarakat perlu dibekali dengan ketrampilan untuk melakukan rehabilitasi, konservasi dan pengelolaan hutan mangrove. Diharapkan melalui program aksi Rantai Emas ini dapat memperbaiki dan mengakomodir persoalan pada ekosistem mangrove sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir pada umumnya dan masyarakat Teluk Naga pada khususnya serta kerusakan lingkungan sepanjang pantai Tanjung Pasir.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Arief Yuwono, MA, Deputi III MENLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Tlp/Fax: 85904923, email: humas.klh@gmail.com

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı