KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARATA, SUAR– "Sejauh ini program Eko Pesantren baru dikembangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan. Ke depan akan dikembangkan ke seluruh Indonesia," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti M Hatta usai bertemu Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 4 Nopember. Di DIY, ada sekitar 90 pesantren yang tengah mengembangkan ekopesantren. Kementerian Negara Lingkungan Hidup, lanjut Prof. Gusti M Hatta, akan terus mendorong pengembangan program ini. Karena itu ia berharap pondok pesantren (ponpes) di Indonesia memberi perhatian terhadap lingkungan.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Propinsi DIY Harnowati mengakui beberapa ponpes di DIY sudah menjalankan program pesantren berwawasan lingkungan.

"Sejak awal kami tidak ingin muncul stigma kumuh dalam lingkungan pesantren. Karena itu sudah beberapa tahun ini kami menggiatkan program pesantren berwawasan lingkungan, misalnya: penggunaan bekas air wudlu untuk penyiraman tanaman, pembuatan sanitasi, penghijauan kawasan dan lainnya. Setiap tahunnya kami melakukan evaluasi," jelas Harnowati.

Melalui program ini, Kata Prof, Gusti M Hatta, para penghuni dan pengelola ponpes diberi pedoman dan pengetahuan dalam mengelola lingkungan hidup agar lebih baik, tidak kotor dan penuh dengan penghijauan. "Ada support pengetahuan dan pedoman dari kami bagi pengelola dan penghuni ponpes," katanya. Dukungan juga diberikan melalui dana stimulan dari pemerintah Pusat dan juga akan dibantu Pemda.

Sebenarnya, program ekopesantren sudah diluncurkan sejak Maret 2008 lalu. Namun kini kembali digalakkan mengingat jumlah ponpes di Indonesia sangat banyak. Dengan demikian ekopesantren diharapkan menjadi program aplikatif dalam mendorong tumbuhnya aksi nyata dalam mengatasi permasalahan lingkungan melalui jalur agama. Artinya, jelas dia, dengan jumlah ponpes yang mencapai 17 ribu yang tersebar luas di Indonesia dan dengan sekitar empat juta santri di dalamnya, diharapkan menjadi potensi yang sangat besar dalam upaya pelestarian lingkungan.

Lebih lanjut Prof. Gusti M Hatta menjelaskan bahwa selain ekopesantren, Kementerian Negara Lingkungan Hidup juga mengembangkan program lainnya seperti green and clean campus, eco-office, serta Cinta Puspa dan Satwa. 

Paulus Londo/Menkokesra

Sumber:
Koran Akar Rumput
Hal 5, 09-15 November 2009