KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 5 Desember 2013. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan hasil Program Langit Biru 2013 di Jakarta. Penyampaian hasil Program Langit Biru kali ini terdiri dari, pengumuman Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan di 44 kota dari 32 propinsi yang merupakan upaya Kementerian Lingkungan Hidup dalam menurunkan pencemaran udara dari sektor transportasi melalui promosi dan penerapan kebijakan transportasi berkelanjutan di daerah perkotaan. Kemudian pengumuman Evaluasi Penaatan Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Tipe Baru 2013 yang diikuti oleh agen pemegang merek yang ada di Indonesia, dimana kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Kementerian Lingkungan Hidup dalam mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan bermotor rendah emisi dan rendah konsumsi bahan bakar berdasarkan pada teknologi terbaik yang tersedia.

Penanganan permasalahan pencemaran udara dari emisi kendaraan bemotor menjadi permasalahan yang kompleks, sehingga membutuhkan kerjasama multisektoral yang lebih luas dan bahkan memerlukan koordinasi multi nasional/internasional. Program Langit Biru mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan, disamping juga dapat menjawab tantangan upaya-upaya inovatif untuk program penurunan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim dari sektor transportasi. Hasil kesepakatan negara-negara Asia Timur, termasuk Indonesia, dalam Forum Environmentally Sustainable Transport di Bali tahun 2013, bahwa kebijakan yang paling mendesak dilaksanakan untuk kota-kota metropolitan dan besar di Indonesia adalah pengurangan-penggunaan kendaraan pribadi yang dampaknya akan mengurangi pergerakan kendaraan dan selanjutnya akan mengurangi beban emisi sektor transportasi.

Menteri Lingkungan Hidup, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA mengatakan dalam sambutannya,
“Strategi pemindahan penumpang dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum akan menjadi tuntutan kebutuhan. Kita tidak mungkin menambah kapasitas jalan ataupun ruas jalan terus menerus, karena tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Kemudian harus dipikirkan dimana kendaraan–kendaraan pribadi ini akan parkir. Sudah saatnya Pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Selain itu pemberlakuan kewajiban uji emisi sebagai prasyarat perpanjangan STNK harus segera diterapkan”.

Pelaksanaan evaluasi kualitas udara perkotaan dilakukan berupa pengisian formulir data kota disamping kegiatan fisik yang meliputi uji emisi “spotcheck” kendaraan bermotor selama 3 (tiga) hari yang dilakukan terhadap 500 (lima ratus) kendaraan pribadi per hari. Kegiatan lain adalah Pemantauan Kualitas Udara Udara Jalan Raya (roadside monitoring) dan penghitungan kinerja lalu lintas (kecepatan lalu lintas dan kerapatan kendaraan di jalan raya) yang dilakukan secara serentak di tiap kota di 3 (tiga) ruas jalan arteri yang dipilih bersama dan dianggap mewakili kota tersebut. Disamping itu sebagai salah satu upaya untuk menurunkan pencemaran udara di kota dilakukan Pemantauan Kualitas Bahan Bakar di SPBU. Kualitas bahan bakar sangat berpengaruh terhadap emisi yang dihasilkan, semakin baik kualitas bahan bakar tersebut maka semakin sedikit pula emisi berbahaya yang dikeluarkan dari proses pembakarannya.

Evaluasi kualitas udara perkotaan dilaksanakan pada 44 kota dari 32 propinsi di Indonesia antara bulan Maret sampai dengan Oktober 2013, dilakukan di kota-kota sebagai berikut: 14 kota metropolitan yaitu DKI Jakarta (5 wilayah), Semarang, Surabaya, Medan, Bandung, Tanggerang, Makassar, Depok, Palembang, Bekasi. 14 kota besar yaitu Surakarta, Batam, Bogor, Malang, Balikpapan, Yogyakarta, Bandar Lampung, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekanbaru, Manado dan Pontianak. 16 kota sedang/kecil yaitu Serang, Mataram, Kota Ternate, Kendari, Palangka Raya, Tanjung Pinang, Bengkulu, Mamuju, Jambi, Banda Aceh, Pangkal Pinang, Kupang, Gorontalo, Palu, Jayapura, Ambon yang merupakan Ibu Kota Propinsi. Hasil evaluasi kualitas udara perkotaan sebagai bagian dari Program Langit Biru Tahun 2013 ini menunjukkan bahwa dari 44 kota yang diukur diperoleh 5 (lima) Kota Langit Biru terbaik untuk kategori kota metropolitan, 5 (lima) Kota Langit Biru terbaik untuk kategori kota besar, 5 (lima) Kota Langit Biru terbaik untuk kategori kota sedang/Kecil.

Peraturan pemerintah yang mewajibkan produsen kendaraan bermotor dengan standar EURO 2 untuk kendaraan roda empat dan EURO 3 untuk kendaraan roda dua yang berlaku mulai 1 Agusutus 2013 sudah memacu untuk perbaikan dari segi teknologi pengontrolan emisi. Sehingga perbaikan dari segi teknologi tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan polusi udara. Untuk mengevaluasi kekonsistenan dari produk yang telah lulus uji emisi, Kementerian Lingkungan Hidup mengadakan test untuk Conformity of Production (COP). Selain untuk memastikan bahwa pihak industri otomotif menjaga perbaikan dari segi emisi juga memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk produk dengan informasi terbuka untuk kualitas emisi gas buang dan konsumsi bahan bakarnya.

Pada tahun 2013, kendaraan roda empat yang diuji sejumlah 28 unit dari 15 merk dan sepeda motor adalah 10 buah dari 5 merk. Hasil pengujian yang diperoleh dibandingkan dengan baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru yang diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Dari hasil pengujian diperoleh hasil sebagai berikut:

  • Kendaraan bermotor roda dua berbahan bakar bensin kategori L sebanyak 10 unit dari 5 merk didapat hasil uji emisi CO untuk satu kendaraan berada di atas baku mutu yang ditetapkan, sedangkan emisi HC dan NOx semua kendaraan hasilnya berada di bawah baku mutu yang ditetapkan;
  • Kendaraan bermotor roda empat berbahan bakar bensin Kategori M1 yang diuji sebanyak 17 unit dari 11 pabrikan. Hasil uji emisinya untuk seluruh kendaraan berada di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan;
  • Kendaraan bermotor roda empat berbahan bakar solar yang diuji sebanyak 11 unit dengan 6 kategori M1 dan 5 unit kategori N1, yang berasal dari 8 merk pabrikan. Untuk kategori M1 terdapat dua kendaraan dengan hasil uji emisi untuk parameter PM di atas ambang baku mutu yang ditetapkan.

Lampiran:
Program Lamgit Biru Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan 2013 di 14 Kota Metropolitan, 14 Kota Besar

Keterangan lebih lanjut:
M.R. Karliansyah,
Deputi II MenLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup.
Telepon : 021-8580087 / 85911207,
e-Mail: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id